Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - RIYADH. Serangan rudal kelompok Houthi ke Bandara Riyadh, Arab Saudi membuat otoritas menutup sementara operasional bandara tersebut.
Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi pada Senin (12/10/2026), memutuskan memperpanjang penangguhan operasional Bandara Riyadh.
Sekitar 60% penerbangan terjadwal di Bandara Riyadh, Arab Saudi, diperkirakan akan dibatalkan pada Senin (12/10/2026), menyusul serangan oleh kelompok Houthi asal Yaman yang bersekutu dengan Iran, yang menewaskan lebih dari belasan orang selama akhir pekan.
Perkiraan tersebut berdasarkan data dari perusahaan analisis penerbangan Cirium yang dikutip Reuters.
Baca Juga: Turki, Pakistan, Mesir & Arab Saudi Mengutuk Serangan Houthi Terhadap Bandara Riyadh
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh membatalkan 99,7% dari seluruh penerbangan terjadwal pada hari Minggu, menurut data Cirium.
Bandara di ibu kota Arab Saudi tersebut tetap ditutup pada hari Minggu setelah serangan yang menewaskan satu orang dan melukai hampir belasan lainnya.
Insiden ini terjadi menyusul serangan mematikan lain yang diklaim oleh kelompok Houthi pada hari sebelumnya, yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Baca Juga: Houthi Ancam Serang Bandara Arab Saudi, Usai Serangan di Riyadh Tewaskan 12 Orang













