Pandemi mengancam kemajuan Asia-Pasifik dalam tujuan pembangunan global

Selasa, 24 Agustus 2021 | 09:33 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Pandemi mengancam kemajuan Asia-Pasifik dalam tujuan pembangunan global

ILUSTRASI. Pandemi mengancam kemajuan Asia-Pasifik dalam tujuan pembangunan global


KONTAN.CO.ID -  MANILA. Asian Development Bank (ADB) menyebutkan bahwa pandemi covid-19 mengancam akan menggagalkan kemajuan tujuan global untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan pada 2030. Hal tersebut mengingat sudah sebanyak 80 juta orang di negara berkembang Asia masuk ke dalam kemiskinan ekstrem tahun lalu.

Mengutip Reuters, ADB sebelum ada pandemi covid-19 telah memprediksi tingkat kemiskinan ekstrem Asia dilihat dari proporsi penduduknya yang hidup dengan kurang dari US$ 1,90 per hari akan turun menjadi 2,6% pada tahun 2020 dari 5,2% pada tahun 2017. Hanya saja, krisis akibat pandemi kemungkinan bisa mendorong tingkat yang diproyeksikan tahun lalu lebih tinggi sebesar sekitar 2 poin persentase.

ADB bahkan mengakui angka itu bisa lebih tinggi mengingat ketidaksetaraan di bidang-bidang seperti gangguan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan yang semakin dalam karena krisis COVID-19 yang mengganggu mobilitas dan menghentikan kegiatan ekonomi.

“Ketika dampak sosial ekonomi dari tanggapan terhadap virus terus berlanjut, orang-orang yang sudah berjuang untuk memenuhi kebutuhan berisiko terjerumus ke dalam kehidupan kemiskinan,” kata ADB dalam sebuah pernyataannya.

Baca Juga: Virus corona varian Delta ancam proses pemulihan ekonomi global

ADB mencatat di antara 46 negara berkembang dan tiga negara maju anggota ADB, perbandingannya hanya sekitar satu dari empat yang mencatat pertumbuhan ekonomi tahun lalu.

Hal ini dikarenakan tingkat pengangguran meningkat dengan kehilangan sekitar 8% jam kerja yang mempengaruhi rumah tangga miskin dan pekerja di sektor informal.

Sekadar informasi, wilayah Asia Pasifik memiliki tujuan pembangunan global yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2015 untuk mengakhiri kelaparan dan ketidaksetaraan gender hingga memperluas akses ke pendidikan dan perawatan kesehatan. 

Ambisi tersebut telah ditetapkan memiliki tenggat waktu pada 2030 sehingga kondisi pandemi covid-19 ini meningkatkan tantangan untuk merealisasikannya.

"Asia dan Pasifik telah membuat langkah yang mengesankan, tetapi COVID-19 telah mengungkapkan garis patahan sosial dan ekonomi yang dapat melemahkan pembangunan berkelanjutan dan inklusif di kawasan ini," kata Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada dalam pernyataan terpisah.

Selanjutnya: Skenario Penutupan Tambang Batubara di Pasar Global

 

Editor: Noverius Laoli

Terbaru