kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Penjualan Rumah Bekas AS Naik 1,5%, KPR Mahal Masih Membayangi


Selasa, 13 Oktober 2026 / 21:47 WIB
Penjualan Rumah Bekas AS Naik 1,5%, KPR Mahal Masih Membayangi
ILUSTRASI. Properti / Rumah AS (REUTERS/Mike Blake)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Penjualan rumah bekas di Amerika Serikat (AS) meningkat pada September 2026, ditopang kenaikan persediaan yang memberi lebih banyak pilihan bagi pembeli.

Namun, tren pasar perumahan masih cenderung lesu di tengah kenaikan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang membuat pembiayaan semakin mahal.

Mengutip Reuters, Selasa (13/10/2026), Asosiasi Realtors Nasional AS (National Association of Realtors/NAR) melaporkan, penjualan rumah bekas naik 1,5% pada September dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi 3,99 juta unit secara tahunan yang disesuaikan secara musiman.

Baca Juga: Apple Masuk Lebih Dalam ke Pasar Rumah Pintar, HomeView Dibanderol US$ 299

Angka ini melampaui perkiraan ekonom yang disurvei Reuters, yakni 3,95 juta unit.

Meski meningkat secara bulanan, penjualan rumah bekas masih turun 2,2% dibandingkan September tahun lalu.

Kepala Ekonom NAR Lawrence Yun mengatakan, kenaikan bulanan tersebut belum cukup menunjukkan pemulihan pasar perumahan.

Menurut dia, Agustus dan September justru menjadi dua bulan dengan penjualan rumah paling rendah sepanjang tahun ini.

“Kenaikan suku bunga KPR dalam beberapa pekan terakhir berarti semakin sedikit pembeli yang memenuhi syarat untuk membeli rumah,” ujar Yun.

Baca Juga: Taiwan Peringatkan Eropa soal Risiko Ketergantungan Pasokan dari China

Suku bunga KPR AS meningkat sejak perang AS-Israel dengan Iran pecah pada akhir Februari.

Konflik tersebut memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menjadi acuan pergerakan suku bunga KPR.

Data perusahaan pembiayaan perumahan Freddie Mac menunjukkan, suku bunga rata-rata KPR dengan bunga tetap selama 30 tahun mencapai 7,40% pada pekan lalu.

Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak November 2023, naik dari 7,28% pada pekan sebelumnya.

Sejak akhir Februari, suku bunga KPR tersebut telah melonjak 142 basis poin. Kenaikan biaya pembiayaan berpotensi membatasi kemampuan masyarakat membeli rumah meskipun pilihan properti di pasar semakin banyak.

Dari sisi pasokan, persediaan rumah bekas yang tersedia untuk dijual meningkat 1,9% menjadi 1,60 juta unit pada September.

Angka ini merupakan level tertinggi sejak November 2019 dan 4,6% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Rusia Siap Dongkrak Ekspor Solar hingga 3,5 Juta Ton per Bulan

Dengan laju penjualan saat ini, persediaan rumah membutuhkan waktu sekitar 4,8 bulan untuk terserap pasar.

Angka tersebut tidak berubah dibandingkan Agustus, tetapi lebih tinggi daripada 4,5 bulan pada September tahun lalu.

Di tengah peningkatan pasokan, harga rumah bekas juga terus naik. Harga median rumah bekas pada September meningkat 1,3% secara tahunan menjadi US$ 417.500, tertinggi untuk periode September.

Pergerakan penjualan berbeda di setiap wilayah. Penjualan meningkat di wilayah Selatan dan Barat AS, turun di wilayah Timur Laut, serta tidak berubah di wilayah Midwest.

Sementara itu, pembeli rumah pertama kali mencakup 31% dari total transaksi pada September, naik dari 30% pada Agustus dan periode yang sama tahun lalu.

Namun, NAR menilai porsi pembeli rumah pertama kali perlu mencapai 40% untuk mencerminkan pasar perumahan yang sehat.

Baca Juga: Penjualan Louis Vuitton Anjlok, Pemulihan Industri Barang Mewah Terancam

Median waktu pemasaran rumah yang ditawarkan naik menjadi 33 hari pada September, dibandingkan 31 hari pada Agustus. Meski demikian, angka tersebut tidak berubah dibandingkan September tahun lalu.

Porsi penjualan rumah bermasalah, termasuk penyitaan atau foreclosure, tetap sebesar 2%. Sementara itu, transaksi tunai mencapai 27% dari total penjualan, tidak berubah dari Agustus, tetapi turun dibandingkan 30% pada September tahun lalu.

Di sisi lain, investor individu dan pembeli rumah kedua menyumbang 20% dari transaksi pada September.

Porsi ini meningkat dari 15% pada Agustus maupun September tahun lalu, menunjukkan peningkatan aktivitas dari kelompok pembeli tersebut di tengah tekanan biaya pembiayaan.




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×