kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45949,62   2,47   0.26%
  • EMAS969.000 -0,82%
  • RD.SAHAM -1.34%
  • RD.CAMPURAN -0.36%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.03%

Perlahan tapi pasti, pendapatan Huawei terus meningkat di tengah gelombang boikot


Senin, 26 Oktober 2020 / 09:18 WIB
Perlahan tapi pasti, pendapatan Huawei terus meningkat di tengah gelombang boikot
ILUSTRASI. Meski mendapatkan penolakan di berbagai negara, pendapatan Huawei di tiga kuartal pertama 2020 menunjukkan hasil yang positif.


Sumber: Gizchina | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Menghadapi penolakan dari sejumlah negara, Huawei nyatanya masih mampu bertahan. Bahkan, pendapatan Huawei terus menunjukkan kenaikan.

Baru-baru ini pabrikan produk elektronik asal China tersebut mengumumkan laporan keuangannya untuk tiga kuartal pertama di tahun 2020.

Berdasarkan data resmi yang dilaporkan Huawei, selama periode ini, pendapatan Huawei mencapai 671,3 miliar Yuan atau lebih dari US$ 100 miliar, naik 9,9% dari tahun lalu di periode yang sama.

Dari sisi laba, margin laba bersih Huawei sekitar 8,0%. Sepanjang tiga kuartal pertama tahun 2020, pada dasarnya Huawei telah berhasil memenuhi target pendapatan. Sebelumnya, pada analis pasar yang memperkirakan bahwa Huawei akan gagal, atau setidaknya kesulitan, untuk berhasil mencapai target.

Saat ini segala kegiatan produksi dan operasional Huawei menghadapi tantangan yang cukup signifikan. Gelombang boikot, terutama dari AS, serta pembatasan produksi akibat pandemi jadi salah satu yang membuat Huawei kerepotan.

Baca Juga: Game Genshin Impact jadi harapan baru industri game China di tengah pandemi

Sebagai raksasa teknologi China, Huawei tentunya memiliki beragam unit bisnis yang untungnya bisa bersaing di sektor masing-masing.

Meskipun dikenal sebagai produsen smartphone, bisnis lain Huawei ternyata juga cukup meyakinkan. Saat ini Huawei sedang memaksimalkan kemampuannya dalam teknologi informatika seperti AI, cloud, 5G, dan komputasi.

Huawei saat ini juga sedang berusaha mengambangkan sistem scenario-based solution dan sejumlah aplikasi industri. 

Dikutip Gizchina dari Huawei, tujuan utama dari pengembangan sistem baru tersebut adalah untuk membantu pemerintah menjalankan sistem yang lebih efisien. Jika sistem lebih efisien, tata kelola akan lebih baik dan konstituen akan mendapat manfaat darinya.

"Huawei percaya bahwa perkembangan yang cepat dan sehat dalam industri teknologi dan informatika akan bergantung pada kolaborasi terbuka dan rasa saling percaya di seluruh industri global. Huawei akan terus bekerja sama dengan mitra globalnya dan menggunakan teknologi yang inovatif untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi pelanggan di tengah situasi yang kompleks," tulis Huawei dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Gizchina.

Lebih lanjut, di tengah segala kesulitan yang sedang dialaminya, Huawei berjanji akan terus berkontribusi dalam merespons pandemi, pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan sosial.

Selanjutnya: Samsung dan Huawei masih merek smartphone paling populer di dunia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×