kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Persahabatan singkat Obama dan Castro


Rabu, 11 Desember 2013 / 12:00 WIB
ILUSTRASI. pakaian dalam merek GT Man produksi PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY). Foto di Jakarta, Senin (28/10). KONTAN/Daniel Prabowo/28/10/2013


Sumber: Reuters | Editor: Dessy Rosalina

Johannesburg. Ada pemandangan langka yang terjadi di bawah langit Afrika Selatan (Afsel). Pada acara penghormatan kematian Nelson Mandela, Selasa (10/12), terjadi rekonsiliasi di antara dua pemimpin dunia yang memiliki ideologi politik bertolak belakang.

Sesaat sebelum memulai pidato penghormatan kepada mendiang Mandela, Barack Obama, Presiden Amerika Serikat (AS) menjabat tangan Raul Castro, Presiden Kuba. Tindakan Obama yang berinisiatif menyalami tangan Castro ternyata mendapat sambutan hangat.

Cuplikan video milik South Africa Broadcasting Corporation (SABC) mengungkapkan, pemimpin garis keras asal Kuba tersebut membalas uluran tangan Obama dengan tersenyum.

Peristiwa persahabatan singkat antara AS dan Kuba terjadi terakhir kali pada tahun 2000 silam. Kala itu, Fidel Castro bertemu dengan Bill Clinton membicarakan rekonsiliasi politik antara kedua kubu.

Catatan saja, sejumlah pemimpin dunia, termasuk Obama dan Castro, menghadiri acara penghormatan Mandela di stadion First National Bank (FNB) atau populer disebut Johannesburg's Soccer City. Acara ini disesaki sekitar 50.000 warga Afsel.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×