kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Perusahaan asal Malaysia pasarkan makanan halal di ajang Olimpiade Jepang


Senin, 17 Februari 2020 / 17:06 WIB
Perusahaan asal Malaysia pasarkan makanan halal di ajang Olimpiade Jepang
ILUSTRASI. Perusahaan asal Malaysia pasarkan makanan halal di ajang Olimpiade Jepang. (Photo by Yoshio Tsunoda/AFLO) No Use China. No Use Taiwan. No Use Korea. No Use Japan.

Reporter: Annisa Fadila | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID -  KUALA LUMPUR. Pabrik makanan di Malaysia tengah menyiapkan ribuan makanan halal guna dikirim ke Jepang dalam ajang olahraga terbesar di tahun 2020 yakni Olimpiade.

Pabrik makanan asal Malaysia yang mayoritas muslim diharapkan mampu menjadi pendorong wisatawan muslim yang mengikuti pertandingan olimpiade di Jepang.

Baca Juga: Miliki poin tinggi, Marcus/Kevin dipastikan lolos ke Olimpiade Tokyo 2020

Melalui Reuters, kepala perushaan MyChef Ahmad Husaini mengatakan, hal ini menjadi peluang besar bagi pihaknya. Ia menambahkan, tujuannya agar mampu menyediakan stok makanan untuk jangka panjang.

Melalui olimpiade yang diselenggarakan, Malaysia hendak menjadikannya sebagai batu loncatan untuk mendorong ekspor halal, termasuk segmen kosmetik maupun makanan. Hingga tahun ini, tercatat Malaysia mendorong produk halal sebesar US$12 miliar.

Dengan menyajikan makanan halal tersebut, MyChef memiliki tujuan untuk melipat gandakan pendapatannya menjadi 4,5 juta ringgit ($1 juta) pada tahun ini.

Baca Juga: Efek virus corona, China & Hong Kong mundur dari Kejuaraan Bulutangkis Asia

Menurut data dari Research and Markets, tercatat nilai pasar hala global diproyeksikan mendapat US$ 2,6 triliun pada tahun 2023 mendatang. Hal ini membuatnya naik hampir 2 kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2017. Hal ini membuat perdagangan halal Malaysia telah tertinggal dari negara-negara non muslim seperti Amerika Seikat.

Pemerintah Malaysia telah menetapkan target ambisius untuk menjual makanan dan produk halal senilai $ 300 juta kepada Muslim dan non-Muslim di seluruh Pertandingan.




TERBARU

Close [X]
×