kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.733   25,00   0,14%
  • IDX 6.492   -34,08   -0,52%
  • KOMPAS100 846   -3,06   -0,36%
  • LQ45 640   -4,37   -0,68%
  • ISSI 228   -0,16   -0,07%
  • IDX30 357   -2,52   -0,70%
  • IDXHIDIV20 434   -2,36   -0,54%
  • IDX80 96   -0,47   -0,48%
  • IDXV30 121   -0,49   -0,40%
  • IDXQ30 113   -0,81   -0,71%

Perusahaan minyak di Libya banyak yang tutup


Jumat, 25 Februari 2011 / 06:35 WIB
ILUSTRASI. Konsumen memilih bahan makanan di sebuah supermarket ritel


Reporter: Umar Idris, | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TRIPOLI. Hampir seluruh perusahaan minyak dan gas global yang beroperasi di Libya kini tak beroperasi lagi. Sebut saja, Total asal Prancis, Repsol (Spanyol) ENI (Italia) dan OMV. Terakhir, perusahaan asal Jerman, Wintershall yang berproduksi sebesar 100,000 barel per hari.

Akibatnya, harga minyak di pasar internasional kembali naik. Kemarin, harga minyak jenis Brent sempat naik ke posisi US$ 119,79 per barel, sebelum ditutup menjadi US$ 116,8 per barel.

Minyak jenis Light juga naik US$ 3,65 menjadi US$ 101,8 sebarel. Meski Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi berusaha meyakinkan bahwa Saudi akan menaikkan produksi menjadi 4 juta barel per hari untuk memenuhi kekurangan pasokan, harga minyak tetap naik.

Libya merupakan 12 besar produsen minyak di dunia dengan produksi 1,6 juta barel per hari. Sebagian besar minyak itu diekspor ke Eropa.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×