kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.135   21,00   0,12%
  • IDX 7.517   58,28   0,78%
  • KOMPAS100 1.040   10,88   1,06%
  • LQ45 748   1,07   0,14%
  • ISSI 272   3,34   1,24%
  • IDX30 400   -0,06   -0,02%
  • IDXHIDIV20 487   -3,33   -0,68%
  • IDX80 116   0,76   0,66%
  • IDXV30 135   -0,22   -0,16%
  • IDXQ30 129   -0,85   -0,66%

Perusahaan minyak di Libya banyak yang tutup


Jumat, 25 Februari 2011 / 06:35 WIB
ILUSTRASI. Konsumen memilih bahan makanan di sebuah supermarket ritel


Reporter: Umar Idris, BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TRIPOLI. Hampir seluruh perusahaan minyak dan gas global yang beroperasi di Libya kini tak beroperasi lagi. Sebut saja, Total asal Prancis, Repsol (Spanyol) ENI (Italia) dan OMV. Terakhir, perusahaan asal Jerman, Wintershall yang berproduksi sebesar 100,000 barel per hari.

Akibatnya, harga minyak di pasar internasional kembali naik. Kemarin, harga minyak jenis Brent sempat naik ke posisi US$ 119,79 per barel, sebelum ditutup menjadi US$ 116,8 per barel.

Minyak jenis Light juga naik US$ 3,65 menjadi US$ 101,8 sebarel. Meski Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi berusaha meyakinkan bahwa Saudi akan menaikkan produksi menjadi 4 juta barel per hari untuk memenuhi kekurangan pasokan, harga minyak tetap naik.

Libya merupakan 12 besar produsen minyak di dunia dengan produksi 1,6 juta barel per hari. Sebagian besar minyak itu diekspor ke Eropa.




TERBARU

[X]
×