kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Pfizer mengatakan vaksin booster COVID-19 efektif terhadap varian Omicron


Kamis, 09 Desember 2021 / 10:26 WIB
ILUSTRASI. Pfizer-BioNTech. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo


Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pfizer mengatakan dosis booster vaksin COVID-19 mampu menetralkan varian Omicron baru dalam studi laboratorium, meskipun dua dosis awal tampak kurang efektif secara signifikan. Pengumuman pada hari Rabu adalah pernyataan resmi pertama dari produsen vaksin tentang kemanjuran suntikan saat ini terhadap Omicron.

Pfizer dan mitranya BioNTech mengatakan bahwa tes laboratorium menunjukkan dosis booster meningkat 25 kali lipat tingkat yang disebut antibodi penetral terhadap Omicron. 

Menurut penelitian laboratorium awal menggunakan serum darah dari orang yang divaksinasi, dosis ketiga booster dihasilkan di sekitar tingkat antibodi yang sama terhadap Omicron seperti yang terlihat setelah dosis kedua dengan varian lain.

Baca Juga: PM Inggris Boris Johnson memberlakukan rencana B untuk menahan varian Omicron

Para ilmuwan berspekulasi bahwa lonjakan antibodi yang datang dengan dosis ketiga vaksin COVID-19 mungkin cukup untuk melawan penurunan efektivitas.

Tingkat antibodi memprediksi seberapa baik vaksin dapat mencegah infeksi virus corona, tetapi itu hanyalah satu lapisan pertahanan sistem kekebalan. Pfizer mengatakan dua dosis vaksin masih dapat menyebabkan perlindungan terhadap penyakit parah.

“Meskipun dua dosis vaksin mungkin masih menawarkan perlindungan terhadap penyakit parah yang disebabkan oleh jenis Omicron, jelas dari data awal ini bahwa perlindungan dimaksimalkan dengan dosis ketiga vaksin kami,” kata CEO Pfizer Albert Bourla dalam sebuah pernyataan.

“Memastikan sebanyak mungkin orang divaksinasi penuh dengan dua seri dosis pertama dan booster tetap merupakan tindakan terbaik untuk mencegah penyebaran COVID-19,” kata Bourla.




TERBARU

[X]
×