kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

PM Inggris dan Trump Bahas Opsi Militer untuk Amankan Selat Hormuz


Jumat, 10 April 2026 / 18:16 WIB
PM Inggris dan Trump Bahas Opsi Militer untuk Amankan Selat Hormuz
ILUSTRASI. PM Inggris Starmer membahas kemampuan militer dengan Trump terkait Selat Hormuz. Simak mengapa jalur energi ini kini menjadi fokus utama dunia. (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengungkapkan bahwa dirinya telah membahas kemampuan militer serta logistik pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan Starmer pada Jumat (10/4/2026) saat melakukan kunjungan ke kawasan Teluk. Ia menjelaskan bahwa pembicaraan dengan Trump sehari sebelumnya berfokus pada upaya membangun koalisi internasional untuk menjaga kelancaran navigasi di salah satu jalur energi terpenting dunia tersebut.

“Kami telah menyatukan koalisi sejumlah negara… bekerja pada rencana politik dan diplomatik, sekaligus melihat kemampuan militer dan logistik untuk memastikan kapal dapat melintasi selat,” ujar Starmer.

Baca Juga: Min Aung Hlaing Janjikan Perbaikan Hubungan ASEAN dan Dorong Investasi di Myanmar

Ia menambahkan bahwa diskusi tersebut menitikberatkan pada rencana praktis guna menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital bagi sekitar 20% pasokan minyak global.

Fokus pada Koalisi dan Strategi Praktis

Menurut Starmer, upaya yang dilakukan tidak hanya terbatas pada pendekatan diplomasi, tetapi juga mencakup kesiapan militer sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan di kawasan.

Namun, ia tidak merinci lebih lanjut mengenai bentuk kerja sama militer atau negara-negara yang terlibat dalam koalisi tersebut.

Langkah ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran global terhadap stabilitas jalur energi, terutama di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada distribusi minyak dan gas dunia.

Baca Juga: UE dan AS Dekati Kesepakatan Strategis Mineral Kritis, Kurangi Ketergantungan China

Sikap Inggris terhadap NATO

Dalam kesempatan tersebut, Starmer juga ditanya mengenai isu ancaman Amerika Serikat untuk menarik diri dari NATO. Ia tidak memberikan jawaban langsung terkait apakah hal tersebut dibahas dengan Trump.

Meski demikian, Starmer menegaskan pentingnya NATO sebagai aliansi pertahanan yang telah menjaga stabilitas keamanan selama beberapa dekade.

“NATO adalah aliansi pertahanan yang selama puluhan tahun telah membuat kita jauh lebih aman dibandingkan jika tidak ada,” tegasnya.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×