kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

PM Jepang Sanae Tidur 0-3 Jam Sehari, Berapa Lama Tidur yang Baik untuk Kesehatan?


Senin, 27 Juli 2026 / 04:00 WIB
PM Jepang Sanae Tidur 0-3 Jam Sehari, Berapa Lama Tidur yang Baik untuk Kesehatan?
ILUSTRASI. PM Jepang Sanae Tidur 0-3 Jam Sehari, Berapa Lama Tidur yang Baik untuk Kesehatan?


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Tokyo. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengaku baru bisa tidur selama lima jam untuk pertama kalinya setelah sekian lama sejak menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang. Berapa lama jam tidur yang baik untuk kesehatan?

Waktu istirahat tersebut dinikmatinya saat libur panjang akhir pekan selama tiga hari pada 18–20 Juli 2026.

Melalui akun X pribadinya pada Senin (20/7/2026), Takaichi mengungkapkan bahwa tidur selama lima jam menjadi kemewahan tersendiri di tengah padatnya aktivitas sebagai kepala pemerintahan Jepang.

"Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, saya bisa tidur selama lima jam, serta langsung mengerjakan setrika dan jahitan yang selama ini saya tunda," tulis Takaichi.

Ia mengatakan, waktu istirahat singkat tersebut cukup untuk mengembalikan energinya. Meski tengah menikmati libur panjang, Takaichi tetap memanfaatkan dua hari sebelumnya untuk mempelajari berbagai dokumen penting pemerintah, termasuk Kebijakan Dasar tentang Pengelolaan dan Reformasi Ekonomi dan Fiskal Jepang.

Baca Juga: Perang Iran Meluas ke Laut Merah & Kaspia, AS Tidak Lakukan Serangan ke Kawasan Teluk

Tidur 0-3 Jam Sudah Jadi Kebiasaan

Sanae Takaichi mengungkapkan bahwa sejak menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang pada Oktober 2025, dirinya terbiasa hanya tidur selama nol hingga tiga jam setiap hari.

Selain menjalankan tugas kenegaraan, ia juga masih menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah tangga setelah kembali ke kediaman resmi Perdana Menteri. Mulai dari mencuci pakaian, membersihkan rumah hingga menyetrika pakaian dilakukannya sendiri.

"Sejak menjabat, tidur nol hingga tiga jam telah menjadi hal yang biasa," ungkapnya.

Dalam unggahannya, Takaichi juga menyebut dirinya menghabiskan akhir pekan dengan membaca dokumen-dokumen pemerintah hingga larut malam dan membalas ribuan surat elektronik yang masuk.

Picu Perdebatan Budaya Kerja Berlebihan

Pernyataan Takaichi memicu perhatian publik Jepang. Sejumlah pihak menilai pola kerja dan waktu istirahat yang minim tidak sejalan dengan upaya pemerintah Jepang dalam mendorong reformasi gaya kerja yang lebih sehat.

Pemimpin Partai Demokrat untuk Rakyat (Democratic Party for the People/DPP), Yuichiro Tamaki, bahkan menilai bahwa beristirahat juga merupakan bagian dari tanggung jawab seorang pemimpin negara.

Sebelumnya, pada November 2025, Takaichi juga menuai kritik setelah menggelar rapat staf pada pukul 03.00 dini hari untuk mempersiapkan sidang parlemen. Langkah tersebut dianggap memberi contoh yang kurang tepat di tengah perjuangan Jepang mengurangi budaya kerja berlebihan.

Jepang sendiri telah lama menghadapi persoalan overwork atau bekerja secara berlebihan. Fenomena kematian akibat beban kerja yang terlalu tinggi bahkan memiliki istilah khusus, yakni karoshi. Pemerintah Jepang terus berupaya menekan jam kerja yang panjang dan mendorong keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan bagi masyarakatnya.

Pengakuan Takaichi mengenai pola tidurnya yang hanya berkisar nol hingga tiga jam pun kembali membuka diskusi mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, termasuk bagi seorang pemimpin negara.

Tonton: Harta Kepala BGN Sudaryono Disorot! Punya Aset Rp69 Miliar, Tapi Utang Rp60 Miliar

Jam Tidur yang Baik untuk Kesehatan 

Dilansir dari website Kementerian Kesehatan, dalam porsi yang cukup, tidur dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Untuk itu pembahasan mengenai penerapan pola hidup sehat, tidak pernah bisa lepas dari pembahasan mengenai pentingnya menjaga pola tidur.

Dengan menjalankan pola tidur yang baik, fungsi tubuh seseorang akan berjalan dengan baik, sehingga dapat mudah terhindar dari beberapa penyakit seperti Stres, diabetes, hingga penyakit jantung. Melihat kondisi tersebut, maka penting bagi kita untuk dapat mengetahui berapa waktu yang cukup untuk seseorang bisa mendapatkan pola tidur yang sehat.

Berikut ini adalah beberapa waktu tidur yang sesuai dengan umur, agar bisa mendapatkan kualitas waktu tidur yang baik, diantaranya adalah:
 
A. Usia 0-1 bulan: bayi yang usianya baru 2 bulan membutuhkan waktu tidur 14-18 jam sehari.
B. Usia 1-18 bulan: bayi membutuhkan waktu tidur 12-14 jam sehari termasuk tidur siang. 
C. Usia 3-6 tahun: kebutuhan tidur yang sehat di usia anak menjelang masuk sekolah ini, mereka membutuhkan waktu untuk istirahat tidur 11-13 jam, termasuk tidur siang. 
D. Usia 6-12 tahun: Anak usia sekolah ini memerlukan waktu tidur 10 jam. 
E. Usia 12-18 tahun: menjelang remaja sampai remaja kebutuhan tidur yang sehat adalah 8-9 jam. 
F. Usia 18-40 tahun: orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-8 jam setiap hari. 



Sebagian artikel tayang di https://internasional.kompas.com/read/2026/07/26/194500370/ketika-tidur-5-jam-jadi-barang-mewah-untuk-pm-jepang-.

 

Harta Kepala BGN Sudaryono Disorot! Punya Aset Rp69 Miliar, Tapi Utang Rp60 Miliar


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×