kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.710   -73,00   -0,41%
  • IDX 6.664   67,78   1,03%
  • KOMPAS100 871   12,33   1,44%
  • LQ45 661   8,80   1,35%
  • ISSI 232   2,52   1,10%
  • IDX30 370   4,67   1,28%
  • IDXHIDIV20 457   6,50   1,44%
  • IDX80 99   1,43   1,46%
  • IDXV30 127   2,80   2,26%
  • IDXQ30 118   1,70   1,46%

PMI Manufaktur Vietnam Menguat, Produksi Tumbuh Tercepat dalam Dua Tahun


Kamis, 03 September 2026 / 10:46 WIB
PMI Manufaktur Vietnam Menguat, Produksi Tumbuh Tercepat dalam Dua Tahun
ILUSTRASI. PMI manufaktur Vietnam berada di 53,3 Agustus 2026, bertahan di level ekspansi selama 14 bulan berturut-turut. (REUTERS/Khanh Vu)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - HANOI. Aktivitas manufaktur Vietnam semakin menguat pada Agustus 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Vietnam yang dipublikasikan S&P Global, Kamis (3/9/2026), berada di 53,3 pada Agustus 2026, naik dari 52,9 pada Juli. PMI Vietnam telah bertahan di level ekspansi selama 14 bulan berturut-turut.

Penguatan kondisi bisnis manufaktur Vietnam pada Agustus tergolong solid dan menjadi yang paling kuat sejak Februari. Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh pengembangan dan peluncuran produk baru, ketersediaan bahan baku yang lebih baik, serta tekanan harga yang lebih rendah.

Kondisi tersebut mendorong kenaikan tajam pada pesanan baru dan produksi manufaktur. Produksi meningkat untuk bulan ke-16 berturut-turut, dengan laju pertumbuhan tercepat dalam sedikit lebih dari dua tahun.

" Pada Agustus, pertumbuhan produksi dan pesanan baru tidak hanya kembali ke laju yang kuat seperti yang terlihat pada awal tahun, tetapi bahkan melampauinya," tutur Andrew Harker, Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence, dalam rilis pers, Kamis (3/9/2026).

Pertumbuhan pesanan baru juga semakin cepat dan mencapai laju tertajam sejak Oktober tahun lalu. Kenaikan bisnis baru secara keseluruhan terjadi meskipun pesanan ekspor baru kembali turun di tengah ketidakstabilan geopolitik.

Baca Juga: Negara Pasifik Bersiap Hadapi China, Uji Coba Rudal Jadi Sorotan

Di sisi lain, pesanan ekspor baru tercatat turun. Ini merupakan penurunan pertama dalam empat bulan. Kendati begitu, S&P Global menilai penurunan ini hanya bersifat marginal.

Di sisi biaya, kenaikan harga minyak masih mendorong kenaikan biaya produk turunannya, termasuk bahan bakar, plastik, dan pengiriman.

Meski demikian, inflasi biaya input melambat ke level terendah dalam 11 bulan dan sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata seri data.

Harga jual juga meningkat dengan laju yang lebih lambat. Tingkat inflasi harga jual melunak untuk bulan keempat berturut-turut.

Menurut Harker, meredanya tekanan harga dan pasokan membuat produsen mampu memperoleh bisnis baru sekaligus memenuhi kebutuhan pesanan melalui peningkatan volume produksi. "Seiring tekanan harga dan pasokan mereda, produsen mampu mengamankan bisnis baru dan memenuhi kebutuhan pesanan melalui volume produksi yang lebih tinggi," kata dia

Tapi, produsen manufaktur kembali mengurangi jumlah pekerja pada Agustus. Ini merupakan kelima kalinya dalam enam bulan terakhir jumlah tenaga kerja mengalami penurunan. Responden melaporkan adanya pengunduran diri dan pensiun pekerja, serta pengurangan penggunaan tenaga kerja sementara.

Baca Juga: Yen Kembali Menguat, Ditopang Penyesuaian Suku Bunga BOJ yang Agresif

Pengurangan tenaga kerja terjadi meskipun terdapat tanda-tanda tekanan terhadap kapasitas produksi. Pekerjaan yang belum terselesaikan atau backlog meningkat untuk bulan kedua berturut-turut, sejalan dengan kenaikan tajam pesanan baru.

Harker menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan efisiensi di kalangan perusahaan. " Ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu meningkatkan efisiensi untuk meningkatkan produksi," tutur dia.

Pengembangan produk baru, peningkatan kapasitas produksi, serta permintaan pelanggan yang lebih kuat menopang keyakinan produsen bahwa output akan kembali meningkat dalam 12 bulan mendatang.

Namun, tingkat kepercayaan tersebut sedikit menurun dibandingkan Juli. Kepercayaan bisnis juga masih berada cukup jauh di bawah level sebelum pecahnya perang di Timur Tengah.




TERBARU

[X]
×