kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.102   56,00   0,33%
  • IDX 6.947   -42,78   -0,61%
  • KOMPAS100 955   -9,59   -0,99%
  • LQ45 700   -7,84   -1,11%
  • ISSI 249   -1,22   -0,49%
  • IDX30 382   -5,68   -1,46%
  • IDXHIDIV20 475   -6,33   -1,32%
  • IDX80 108   -1,20   -1,11%
  • IDXV30 132   -1,12   -0,85%
  • IDXQ30 125   -1,98   -1,56%

Premi Minyak Mentah AS Tembus Rekor Selasa (7/4) Pagi, Asia dan Eropa Berebut Pasokan


Selasa, 07 April 2026 / 08:09 WIB
Premi Minyak Mentah AS Tembus Rekor Selasa (7/4) Pagi, Asia dan Eropa Berebut Pasokan
ILUSTRASI. Krisis Energi - Harga Minyak (REUTERS/Abdul Saboor)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Premi spot untuk minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat (AS) melonjak ke level tertinggi sepanjang masa Selasa (7/4/2026).

Seiring meningkatnya persaingan antara kilang di Asia dan Eropa dalam mencari pasokan pengganti dari Timur Tengah yang terganggu akibat perang Iran.

Sumber industri menyebutkan, Eropa selama ini merupakan importir terbesar minyak mentah AS.

Baca Juga: Samsung Proyeksikan Laba Tembus US$ 37,9 Miliar di Kuartal I-2026, Naik 8 Kali Lipat

Namun, kini persaingan semakin ketat karena pembeli dari Asia juga aktif mencari pasokan dari berbagai wilayah, mulai dari Amerika hingga Afrika dan Eropa, untuk menggantikan minyak Timur Tengah yang sulit dikirim akibat gangguan di Selat Hormuz.

Lonjakan harga minyak ini turut meningkatkan biaya dan memperlebar kerugian bagi kilang di kedua kawasan, termasuk perusahaan milik negara yang tetap harus menjaga produksi bahan bakar demi kepentingan energi nasional.

“Para kilang di Asia yang kehilangan akses ke pasokan Timur Tengah kini menawar secara agresif untuk setiap barel yang tersedia dari kawasan Atlantik,” ujar analis minyak Rystad Energy, Paola Rodriguez-Masiu, dalam catatan tertanggal 3 April dilansir Reuters.

Untuk pengiriman ke Asia Utara pada Juli, premi minyak WTI Midland yang diangkut dengan kapal tanker besar tercatat berada di kisaran US$30 hingga US$40 per barel, tergantung acuan harga yang digunakan.

Baca Juga: Harga Minyak Lanjut Reli di Pagi Ini (7/4), Trump Mempertajam Retorika Terhadap Iran

Seorang trader memperkirakan premi mencapai US$34 per barel terhadap acuan Dubai, sementara trader lain menyebut sekitar US$30 di atas Brent.

Bahkan, beberapa penawaran disebut mendekati US$40 per barel untuk pengiriman berbasis Brent Agustus.

Level ini meningkat signifikan dibandingkan premi sekitar US$20 per barel pada transaksi akhir Maret hingga awal April, termasuk pembelian oleh kilang Jepang seperti Taiyo Oil.

“Setiap hari ada harga baru,” ujar salah satu trader, menyoroti tekanan besar yang dihadapi kilang akibat lonjakan premi tersebut.

Trader lain menyebutkan, dalam kondisi ini, kilang mungkin lebih baik mengurangi pengolahan minyak mentah dan beralih membeli produk jadi jika tersedia di pasar.

Kenaikan premi juga didorong oleh pelebaran struktur backwardation pada kontrak berjangka WTI, yakni kondisi ketika harga saat ini lebih tinggi dibandingkan harga di masa depan.

Baca Juga: Arab Saudi Cegat 7 Rudal, Puing-Puing Jatuh di Dekat Fasilitas Energi

Selain itu, selisih harga minyak AS yang lebih murah dibandingkan acuan global Brent juga mendorong permintaan kapal tanker di wilayah Teluk AS, sehingga mengurangi ketersediaan kapal dan mendorong kenaikan biaya pengiriman.

Di Eropa, penawaran untuk WTI Midland yang dikirim ke kawasan tersebut juga mencatat rekor baru, dengan premi mendekati US$15 per barel terhadap Brent.

“Dengan selisih harga fisik dan biaya pengiriman saat ini, kilang Eropa yang membeli minyak spot tidak dapat menghasilkan keuntungan dari pengolahan tersebut,” kata Rodriguez-Masiu.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×