Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Samsung Electronics memproyeksikan pendapatan pada kuartal pertama melebihi seluruh laba di tahun lalu. Proyeksi tersebut mengalahkan ekspektasi karena meningkatnya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang menyebabkan hambatan pasokan dan mendorong harga chip lebih tinggi.
Samsung yang merupakan produsen chip memori terbesar di dunia memperkirakan laba operasi sebesar 57,2 triliun won atau setara $37,92 miliar untuk periode Januari hingga Maret 2026.
Proyeksi itu lebih tinggi dari perkiraan LSEG SmartEstimate dengan laba Samsung sebesar 40,6 triliun won dan peningkatan lebih dari delapan kali lipat dari 6,69 triliun won di periode yang saham di tahun sebelumnya.
Hasil yang mencapai rekor tertinggi ini hampir tiga kali lipat dari rekor laba operasi triwulanan Samsung sebelumnya yang mencapai 20 triliun won, yang terjadi pada kuartal IV-2025.
Samsung telah muncul sebagai salah satu penerima manfaat utama dari booming pusat data AI yang telah membatasi pasokan chip tradisional yang digunakan dalam ponsel pintar, PC, dan konsol game, serta menyebabkan kenaikan harga chip hampir dua kali lipat hanya dalam kuartal pertama.
Baca Juga: Harga Minyak Lanjut Reli di Pagi Ini (7/4), Trump Mempertajam Retorika Terhadap Iran
Perusahaan riset TrendForce memperkirakan harga chip DRAM (dynamic random access memory) kontrak akan meningkat lebih dari 50% pada kuartal ini karena kekurangan pasokan terus berlanjut.
“Karena pelanggan mengantisipasi kenaikan lebih lanjut, harga kontrak aktual lebih tinggi, sehingga melampaui perkiraan,” kata Kim Sunwoo, analis senior di Meritz Securities.
Saham Samsung melonjak 4,6% menjadi 202.000 won per saham pada perdagangan awal di hari ini (7/4/2026), mengungguli kenaikan 2% di pasar yang lebih luas.
Kim memperkirakan, divisi chip Samsung menghasilkan laba operasi sebesar 54 triliun won, yang menyumbang 95% dari total laba Samsung. Sementara, produsen smartphone nomor 2 dunia setelah Apple ini membukukan laba sebesar 4 triliun won untuk divisi ponselnya.
Bisnis ponsel didukung oleh penggunaan persediaan komponen berbiaya rendah, katanya, tetapi marginnya kemungkinan akan semakin tertekan pada kuartal kedua karena kenaikan biaya chip memori dan komponen serta material lainnya akibat perang di Timur Tengah.
Samsung mengatakan pendapatannya diperkirakan tumbuh 68% menjadi 133 triliun won pada periode kuartal I-2026.
Baca Juga: Arab Saudi Cegat 7 Rudal, Puing-Puing Jatuh di Dekat Fasilitas Energi
Kenaikan biaya energi sejak dimulainya perang AS-Israel dengan Iran telah memicu kekhawatiran tentang pendinginan permintaan dari pusat data AI serta gangguan pasokan material pembuatan chip utama, yang dapat memperlambat momentum pertumbuhan bagi produsen chip.
“Ada kekhawatiran yang meningkat tentang puncak kenaikan harga memori.” Tampaknya kita sekarang telah melewati fase awal siklus naik dan memasuki tahap selanjutnya," kata Ryu Young-ho, analis senior di NH Investment & Securities.
Ia mengatakan isu kuncinya adalah bagaimana Samsung menyusun kontrak jangka panjang dengan pelanggan untuk mempertahankan pendapatan semikonduktornya.
Sebagai tanda perlambatan pertumbuhan, harga spot untuk chip DRAM turun minggu lalu, karena "permintaan pengguna akhir kesulitan menyerap harga yang tinggi," kata Wakil Presiden Senior TrendForce, Avril Wu.
Harga spot DRAM mengacu pada harga pasar saat ini dan diperdagangkan dengan premi di atas harga kontrak jangka tetap.
Kekhawatiran ini, serta peluncuran teknologi penghemat memori dari Google yang disebut TurboQuant bulan lalu, telah berkontribusi pada aksi jual saham chip memori, dengan saham Samsung kehilangan 11% sejak perang dimulai pada 28 Februari.
Meskipun demikian, sahamnya masih naik 61% tahun ini, setelah kenaikan 125%. “Melompat lebih tinggi dari tahun sebelumnya.”
Baca Juga: Iran Tolak Gencatan Senjata & Pembukaan Selat Hormuz, Ini Tuntutan Teheran
Sekitar setahun yang lalu, CEO Samsung meminta maaf atas kinerja pendapatan dan harga saham yang mengecewakan, setelah raksasa teknologi itu tertinggal dari para pesaingnya dalam memasok chip memori bandwidth tinggi (HBM) yang penting untuk chipset AI Nvidia.
Namun Samsung telah mempersempit kesenjangan dengan pesaing Korea Selatan SK Hynix dengan chip HBM4 terbarunya sambil mendapatkan keuntungan dari pemulihan permintaan chip tradisional yang didorong oleh inferensi AI, yang memungkinkan model AI seperti ChatGPT untuk menghasilkan respons secara real-time.
Bulan lalu, produsen chip memori AS, Micron Technology, memperkirakan pendapatan kuartal ketiga di atas ekspektasi Wall Street setelah membukukan pendapatan rekor di kuartal kedua karena permintaan AI yang meningkat pesat dan pasokan yang ketat.













