CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Presiden Duterte: Tangkap Orang yang Tidak Divaksinasi Jika Sampai Keluar Rumah


Senin, 10 Januari 2022 / 05:42 WIB
Presiden Duterte: Tangkap Orang yang Tidak Divaksinasi Jika Sampai Keluar Rumah
ILUSTRASI. Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memerintahkan untuk menangkap orang-orang yang tidak divaksinasi yang menolak untuk tinggal di rumah. REUTERS/Lisa Marie David


Sumber: Yahoo News | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MANILA. Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memerintahkan pejabat lokal di Wilayah Ibu Kota Nasional atau National Capital Region (NCR) untuk menangkap orang-orang yang tidak divaksinasi yang menolak untuk tinggal di rumah.

"Saya sekarang memberi perintah kepada kapten barangay untuk mencari orang-orang yang tidak divaksinasi dan hanya meminta mereka - atau memerintahkan mereka jika Anda bisa - untuk tetap tinggal," kata Duterte pada hari Kamis, menurut Yahoo Finance yang mengutip CNN Filipina. 

“Dan kalau (mereka) menolak dan beredar di masyarakat, (mereka) bisa ditahan. Jika (mereka) menolak, maka kapten barangay, sebagai orang yang berwenang, sekarang diberi wewenang untuk menangkap orang-orang yang bandel,” tegas Duterte.

Informasi saja, kapten  barangay adalah pejabat terpilih tertinggi di sebuah barangay, tingkat terkecil divisi administratif Filipina.

Baca Juga: Duterte Tidak Akan Pernah Meminta Maaf Atas Kematian Tersangka Pengguna Narkoba

Yahoo News memberitakan, Filipina mencatat infeksi COVID-19 harian tertinggi yakni mencapai 17.220 kasus sejak 27 September 2021, pada hari Kamis (7/1/2022). Menurut Rappler, lonjakan ini, yang mencakup infeksi Omicron, menjadikan penghitungan total negara itu menjadi 2.888.917 kasus.

Gelombang kasus COVID-19 baru setelah masa liburan memaksa walikota NCR menyetujui untuk membatasi mobilitas individu yang tidak divaksinasi. Artinya, mereka yang belum melakukan vaksinasi hanya bisa keluar rumah untuk pengadaan barang dan jasa esensial.

Aturan tersebut juga termasuk dalam kebijakan di bawah klasifikasi Level 3 Siaga pemerintah, yang diberlakukan NCR mulai dari 3-15 Januari. Namun, tidak jelas apakah mereka yang belum divaksinasi dapat meninggalkan rumah untuk bersantai setelah 15 Januari.

Baca Juga: Filipina Catatkan Kasus Infeksi COVID-19 di Level Tertinggi

Duterte pada hari Kamis menambahkan bahwa dia akan “dengan senang hati menjawab” tantangan hukum sebagai akibat dari arahannya, mengacu pada kasusnya yang tertunda di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas perang terhadap narkoba yang mematikan.

“Saya sudah memiliki kasus yang tertunda di ICC. Ajukan lebih banyak kasus, jadi saya bisa menanggapi semuanya sekaligus ketika saatnya tiba,” katanya.

Presiden masih mengklarifikasi bahwa yang tidak divaksinasi tidak akan langsung ditangkap.

“Tolong, bicara dengan mereka dulu. Menjadi Presiden, pada akhirnya, saya bertanggung jawab atas keselamatan dan kesejahteraan setiap orang Filipina, dan itulah mengapa perintah saya adalah untuk menahan mereka,” desaknya kepada pejabat setempat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×