kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Presiden Iran: Kami telah mematahkan lutut Amerika yang ada di tenggorokan kami


Kamis, 11 Juni 2020 / 19:43 WIB
Presiden Iran: Kami telah mematahkan lutut Amerika yang ada di tenggorokan kami
ILUSTRASI. Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara dalam pertemuan Gugus Tugas Pemerintah Iran tentang virus corona, di Teheran, Iran, 21 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, Amerika Serikat (AS) telah menekan tenggorokan Iran dengan lututnya selama bertahun-tahun, yang mengacu ke kejadian polisi Minneapolis yang membunuh George Floyd.    

"Bangsa kita yang terhormat mematahkan lutut (AS) ini, dengan menghancurkan persatuan mereka dan sekarang mereka tidak lagi memiliki lutut untuk menekan negara Iran," katanya dalam rapat kabinet, Kamis (11/6), seperti dikutip Kantor Berita Fars dan The Jerusalem Post lansir.

Rouhani menyebutkan, AS telah berusaha untuk mengalahkan Iran selama beberapa dekade, dan Republik Islam berhasil mengalahkannya. Empat bulan terakhir, AS menunjukkan tekanan yang ekstrem terhadap Iran tetapi negeri Mullah bisa bertahan. 

Baca Juga: Iran bikin kapal induk tiruan serupa Nimitz milik AS, untuk apa?

Selain itu, Rouhani juga menyinggung perang AS melawan virus corona baru. Menurutnya, AS berkinerja terburuk di antara negara-negara lain di dunia dan tidak memiliki pemimpin yang baik di puncak bahkan untuk menjalankan Washington. 

Hanya Rouhani memperingatkan, krisis virus corona belum berakhir di Iran. Tapi, “Alhamdulillah, kita telah melipatgandakan upaya dalam situasi ini dan menciptakan kondisi yang baik untuk masyarakat,” ujarnya. Iran mulai melonggarkan pembatasan.




TERBARU

[X]
×