kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Presiden Nigeria Menarik Seluruh Duta Besarnya di Dunia, Apa Alasannya?


Senin, 04 September 2023 / 07:10 WIB
ILUSTRASI. Presiden Nigeria Bola Tinubu memerintahkan penarikan duta besar Nigeria di seluruh dunia secepatnya.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - ABUJA. Presiden Nigeria Bola Tinubu memerintahkan penarikan duta besar Nigeria di seluruh dunia secepatnya. Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicaranya pada Sabtu (2/9/2023).

“Presiden bertekad untuk memastikan bahwa efisiensi dan kualitas kelas dunia, selanjutnya, akan menjadi ciri pemberian layanan asing dan domestik kepada warga negara, penduduk, dan calon pengunjung,” kata juru bicara kepresidenan Ajuri Ngelale.

Melansir Reuters, perwakilan tetap Nigeria PBB di New York dan Jenewa dikecualikan dari “penarikan kembali secara total” karena akan diadakannya Majelis Umum PBB (UNGA) mendatang pada akhir bulan ini.

Salah satu duta besar Nigeria mengatakan kepada TRT Afrika bahwa presiden memberi mereka waktu sampai akhir Oktober untuk pulang. 

"Keputusan ini berdampak pada duta besar karier dan non-karir," kata diplomat yang enggan disebutkan namanya.

Nigeria memiliki 109 misi diplomatik di seluruh dunia, yang terdiri dari 76 kedutaan besar, 22 komisi tinggi, dan 11 konsulat.

Baca Juga: Putin Menyebut BRICS Mewakili Mayoritas Penduduk Dunia, Menghomati Satu Sama Lain

Tinubu, yang telah memulai reformasi paling berani di negaranya dalam beberapa dekade, dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden AS Joe Biden di sela-sela sidang umum dan juga bertemu dengan para pemimpin dari Brazil, India, Korea Selatan dan Jerman pada pertemuan G20 mendatang.




TERBARU

[X]
×