kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Presiden Nigeria Menarik Seluruh Duta Besarnya di Dunia, Apa Alasannya?


Senin, 04 September 2023 / 07:10 WIB
ILUSTRASI. Presiden Nigeria Bola Tinubu memerintahkan penarikan duta besar Nigeria di seluruh dunia secepatnya.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - ABUJA. Presiden Nigeria Bola Tinubu memerintahkan penarikan duta besar Nigeria di seluruh dunia secepatnya. Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicaranya pada Sabtu (2/9/2023).

“Presiden bertekad untuk memastikan bahwa efisiensi dan kualitas kelas dunia, selanjutnya, akan menjadi ciri pemberian layanan asing dan domestik kepada warga negara, penduduk, dan calon pengunjung,” kata juru bicara kepresidenan Ajuri Ngelale.

Melansir Reuters, perwakilan tetap Nigeria PBB di New York dan Jenewa dikecualikan dari “penarikan kembali secara total” karena akan diadakannya Majelis Umum PBB (UNGA) mendatang pada akhir bulan ini.

Salah satu duta besar Nigeria mengatakan kepada TRT Afrika bahwa presiden memberi mereka waktu sampai akhir Oktober untuk pulang. 

"Keputusan ini berdampak pada duta besar karier dan non-karir," kata diplomat yang enggan disebutkan namanya.

Nigeria memiliki 109 misi diplomatik di seluruh dunia, yang terdiri dari 76 kedutaan besar, 22 komisi tinggi, dan 11 konsulat.

Baca Juga: Putin Menyebut BRICS Mewakili Mayoritas Penduduk Dunia, Menghomati Satu Sama Lain

Tinubu, yang telah memulai reformasi paling berani di negaranya dalam beberapa dekade, dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden AS Joe Biden di sela-sela sidang umum dan juga bertemu dengan para pemimpin dari Brazil, India, Korea Selatan dan Jerman pada pertemuan G20 mendatang.




TERBARU

[X]
×