kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Produksi CPO Diprediksi Turun pada 2027, Malaysia Beri Dukungan Pembiayaan


Jumat, 09 Oktober 2026 / 17:32 WIB
Produksi CPO Diprediksi Turun pada 2027, Malaysia Beri Dukungan Pembiayaan
ILUSTRASI. Panen kelapa sawit (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Malaysia memperkirakan produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) akan turun pada tahun 2027. Sementara harga CPO kemungkinan tetap tinggi akibat pasokan yang lebih ketat dan permintaan global yang berkelanjutan, khususnya dari program biodiesel.

Proyeksi tersebut muncul laporan prospek ekonomi pemerintah Malaysia yang dirilis pada Jumat (9/10/2025), seperti dikutip Reuters.

Harga kontrak acuan minyak kelapa sawit mentah diperdagangkan pada level RM 4.666 menjelang jeda tengah hari pada hari Jumat, naik 17% sejak awal tahun, dengan harga penutupan rata-rata RM 4.525.

Menurut laporan tersebut, harga CPO diperkirakan berada pada kisaran rata-rata RM 4.450 ringgit hingga RM 4.600 (US$ 1.088 hingga US$ 1.125) per metrik ton pada tahun depan.

El Nino yang biasanya membawa kondisi lebih panas dan kering bagi produsen utama kelapa sawit yaitu Indonesia dan Malaysia, diperkirakan akan membatasi produksi. Sementara meningkatnya permintaan biodiesel di Indonesia dapat semakin memperketat pasokan.

"Subsektor kelapa sawit diproyeksikan mencatat penurunan tipis dalam hasil tandan buah segar dan produksi minyak kelapa sawit mentah, sejalan dengan siklus hasil biologis tanaman," sebut laporan itu.

Baca Juga: Harga Emas Naik, Permintaan di India Melambat pada Pekan Ini

Namun, kualitas tandan buah segar yang lebih baik diperkirakan akan mendukung sedikit peningkatan pada tingkat ekstraksi minyak.

Di parlemen, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan dana pembiayaan hibrida sebesar RM 100 juta, yang akan membantu 4.500 petani swadaya melakukan peremajaan (replanting) tanaman kelapa sawit mereka.

Selain itu, pinjaman lunak sebesar RM 200 juta juga akan ditawarkan untuk menutupi biaya peremajaan bagi lahan seluas hingga 40 hektare.

"Pembayaran kembali akan ditangguhkan selama empat tahun, dan petani swadaya akan membayar bunga sebesar 2%, sementara pemerintah menanggung sisanya," kata Anwar.

Anwar juga mengumumkan alokasi RM 30 juta untuk pengendalian penyakit dan hama tanaman pada kelapa sawit, kakao, dan lada.

Baca Juga: Harga Minyak Turun setelah Trump Isyaratkan Dialog dengan Iran


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×