kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Proyek energi baru Afrika


Jumat, 22 Agustus 2014 / 10:32 WIB
ILUSTRASI. Resep Sambel Krecek Basah yang pedas gurih (Youtube/Rudy Simple TV)


Sumber: Bloomberg | Editor: Hendra Gunawan

LONDON. Negara-negara yang termasuk dalam kawasan sub sahara Afrika berniat untuk menambah proyek pembangkit energi baru dan terbarukan dalam 14 tahun mendatang. Berdasarkan riset perusahaan Bloomberg New Energy, kapasitas pembangkit yang akan dibangun mencapai 1,8 gigawatt (GW).

Pembangunan pembangkit setrum tersebut dibutuhkan karena permintaan untuk listrik makin tinggi. Selain itu juga biaya pembangkit listrik tenaga air lebih murah.

"Apa yang berbeda sekarang adalah luasnya kegiatan, angin, surya dan panas bumi  cukup menarik bunganya dan di beberapa negara berpotensi untuk tumbuh," ujar Victoria Cuming, analis Bloomberg New Energy Finance seperti dikutip Bloomberg.

Afrika Selatan, Kenya dan Ethiopia menyiapkan dana investasi US$ 5,9 miliar di tahun ini untuk membiayai proyek tersebut. Kenya akan menambah 1,4 GW. Sedangkan Etiopia akan menambah 570 megawatt (MW) pembangkit listrik panas bumi dan angin.




TERBARU

[X]
×