kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Proyek monorel Selandia Baru ditolak


Rabu, 18 Desember 2013 / 11:00 WIB
ILUSTRASI. Berikut beberapa area di rumah yang sering terlewat saat sedang bersih-bersih.


Sumber: Bloomberg | Editor: Dessy Rosalina

Wellington. Ambisi Pemerintah Selandia Baru menggenjot pertumbuhan ekonomi mendapat tantangan serius dari kelompok pecinta lingkungan. Proyek pemerintah yang mendapat penolakan adalah rencana pembangunan monorel di kawasan selatan Selandia Baru.

Pasalnya, jalur monorel tersebut bakal melintasi kawasan hutan Snowden, selatan Selandia Baru. Padahal, hutan Snowden merupakan hutan yang mendapat status peninggalan bersejarah oleh UNESCO. Tidak cuma itu, jalur monorel itu juga akan melewati sungai dan mata air yang terlindungi. Andai mendapat restu dari parlemen, proyek monorel itu bakal menjadi jalur monorel terpanjang di seluruh dunia.

Prediksi Pemerintah Selandia Baru, eksplorasi lingkungan menyumbang 40% dari total pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2025. “Aspek lingkungan harus rela terbuka untuk kemajuan ekonomi," ujar John Ballingall, Kepala Eksekutif New Zealand Institute of Economic Research Inc, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (17/12).

Sementara, sektor pariwisata saat ini menyumbang 8,7% dari total PDB. Angka ini turun dari sebelumnya 10% pada 10 tahun lalu. Selatan Selandia Baru merupakan kawasan yang kerap digunakan untuk syuting film. Salah satunya adalah film The Lord of the Rings.


Berita Terkait



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×