Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Produsen cip asal Amerika Serikat (AS) Qualcomm berencana memangkas karyawan secara global sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja perusahaan.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut akan dilakukan setelah evaluasi kinerja tahunan karyawan, dengan pemberitahuan mulai November 2026.
CEO Qualcomm Cristiano Amon menyampaikan rencana tersebut melalui memo internal kepada karyawan pada Senin (19/10/2026), yang ditinjau Reuters.
Dalam memo itu, Amon menyebut kebijakan pengurangan tenaga kerja berorientasi pada kinerja atau performance-focused reduction.
Baca Juga: Erik Ten Hag Buka Suara soal Konfliknya dengan Cristiano Ronaldo di MU, Apa Katanya?
Menurut Amon, langkah tersebut bertujuan membangun budaya kerja yang lebih berorientasi pada kinerja sekaligus menangani kondisi ketika karyawan dinilai berulang kali tidak memenuhi ekspektasi perusahaan.
Meski demikian, memo tersebut tidak menyebutkan jumlah karyawan yang akan terdampak. Reuters juga belum dapat memastikan skala pengurangan tenaga kerja yang direncanakan. Qualcomm belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.
Qualcomm memiliki sekitar 52.000 karyawan di seluruh dunia per September 2025, dengan mayoritas berstatus karyawan penuh waktu. Tahun buku perusahaan tersebut biasanya berakhir pada akhir September.
Rencana PHK ini muncul ketika Qualcomm menghadapi tekanan dari melemahnya penjualan perangkat elektronik konsumen.
Kenaikan harga memori turut membebani permintaan di sejumlah pasar utama, sehingga menambah tantangan bagi salah satu produsen cip ponsel pintar terbesar di dunia tersebut.
Baca Juga: Penerimaan Cukai Anjlok, Australia Bendung Rokok Ilegal dan Kejahatan Terorganisasi
Kinerja saham Qualcomm juga relatif tertinggal dibandingkan pasar secara keseluruhan. Sepanjang 2026 hingga berita ini ditulis, saham perusahaan hanya naik 1,5%, sementara indeks acuan S&P 500 menguat lebih dari 12% dan Philadelphia Semiconductor Index melonjak hampir 60%.
Pada perdagangan awal Selasa (20/10), saham Qualcomm turun sekitar 0,5%.
Dalam laporan keuangan terakhir yang dirilis pada akhir Juli, Qualcomm memperkirakan laba kuartalan berada di bawah ekspektasi pasar.
Perusahaan juga memperingatkan bahwa pendapatan dari produk Apple akan menurun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Namun, Qualcomm memperkirakan pertumbuhan bisnis pusat data dan segmen nonponsel lainnya akan lebih dari mengimbangi penurunan pendapatan tersebut pada tahun buku 2027.
Perusahaan kini memperluas bisnisnya ke pasar pusat data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang tengah berkembang pesat.
Baca Juga: Usai Alami Gangguan, Layanan Google Cloud di London Kembali Normal
Qualcomm bahkan memperkirakan mayoritas penjualan cipnya pada tahun buku 2027 akan berasal dari bisnis di luar ponsel pintar.
Dalam memo internal tersebut, Amon mengatakan keputusan pengurangan karyawan akan mempertimbangkan prioritas bisnis, kebutuhan organisasi, serta keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan perusahaan.
"Seiring dengan berkembangnya bisnis kami, kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan juga ikut berubah. Kami harus menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat agar mereka dapat bekerja secara optimal dan perusahaan dapat terus meraih kesuksesan," tulis Amon.














