Raih pendanaan US$ 200 juta, fintech asal India, Slice kini berstatus unicorn

Senin, 29 November 2021 | 12:54 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Raih pendanaan US$ 200 juta, fintech asal India, Slice kini berstatus unicorn

ILUSTRASI. Fintech kartu kredit Slice asal India.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan fintech India Slice telah mengumpulkan US$ 220 juta dalam putaran pendanaan Seri B yang dipimpin oleh raksasa investasi Tiger Global dan perusahaan ekuitas swasta Insight Partners. Alhasil, valuasi perusahaan ini kini mencapai lebih dari US$ 1 miliar dan menjadikannya berstatus unicorn.

Investor baru dan yang sudah ada, termasuk afiliasi perusahaan ekuitas swasta Advent International Sunley House Capital, perusahaan investasi Moore Strategic Ventures, Gunosy Capital Jepang dan Blume Ventures India, juga berpartisipasi dalam putaran tersebut.

"Sebagian besar modal tidak akan digunakan untuk pembakaran tetapi akan digunakan untuk skala (naik)," Rajan Bajaj, pendiri dan CEO Slice seperti dikutip dari Reuters, Senin (29/11).

Selain itu Slice juga akan menggunakan dana baru untuk meningkatkan perekrutan keterampilan termasuk teknik, desain dan ilmu data, dan untuk menambah produk konsumen baru. Saat ini mereka sudah memiliki sekitar 600 karyawan.

Baca Juga: Telkomsel raih capital gain Rp 350 miliar dari investasi di Gojek

Sekadar informasi, Slice saat ini menawarkan kartu kredit yang ditargetkan untuk anak muda India yang saat ini telah mencapai 5 juta pengguna. Proses mendaftar dan mengajukan permohonan kartu sepenuhnya digital melalui aplikasinya di Google Play Store Android dan Apple App Store.

“Slice juga bersiap untuk meluncurkan pembayaran pada Antarmuka Pembayaran Terpadu India (UPI), sistem yang didukung negara yang menyederhanakan transfer uang antar bank dan pembayaran pedagang,” imbuh Bajaj.

Fintech Paytm yang didukung Ant Group China, Google dan PhonePe Walmart saat ini adalah salah satu pemain top di India yang menawarkan pembayaran berbasis UPI.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru