kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.024   -33,00   -0,18%
  • IDX 5.205   208,02   4,16%
  • KOMPAS100 667   36,47   5,78%
  • LQ45 520   31,26   6,40%
  • ISSI 178   5,95   3,45%
  • IDX30 292   19,12   7,00%
  • IDXHIDIV20 383   26,10   7,31%
  • IDX80 77   4,37   6,04%
  • IDXV30 107   6,14   6,10%
  • IDXQ30 97   6,77   7,54%

Raja kecewa berat, Perdana Menteri Malaysia hadapi seruan untuk mengundurkan diri


Jumat, 30 Juli 2021 / 04:58 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menghadapi seruan untuk mengundurkan diri pada Kamis (29/7/2021) dari oposisi. REUTERS/Lim Huey Teng/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Setelah teguran langka oleh raja yang kecewa berat atas penanganan pemerintah terhadap peraturan darurat Covid-19, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menghadapi seruan untuk mengundurkan diri pada Kamis (29/7/2021) dari oposisi dan blok terbesar dalam koalisi yang berkuasa.

Melansir Reuters, Pemerintah Muhyiddin mengatakan pada awal pekan ini bahwa pemerintahannya pada 21 Juli telah mencabut semua peraturan yang mulai berlaku sejak keadaan darurat nasional diberlakukan pada Januari.

Sebelumnya, Raja Al-Sultan Abdullah memberlakukan keadaan darurat atas saran Muhyiddin, yang mengatakan kebijakan itu diperlukan untuk mengekang penyebaran Covid-19. Akan tetapi para kritikus mengecam langkah itu dan menuduh perdana menteri berusaha mempertahankan kekuasaan di tengah semakin menurunnya dukungan.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, istana mengatakan pencabutan peraturan dilakukan tanpa persetujuan raja dan dengan demikian bertentangan dengan konstitusi federal dan prinsip-prinsip hukum.

Baca Juga: Ini alasan Raja Malaysia kecewa dengan Pemerintahan Muhyiddin Yassin

Kantor Pemerintahan Muhyiddin mengatakan pemerintahnya telah bertindak sesuai dengan hukum dan konstitusi Malaysia.

Langkah itu dilakukan setelah lebih dari satu tahun kekacauan politik di negara Asia Tenggara itu menyusul hengkangnya mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad secara tak terduga pada Februari 2020 di tengah pertikaian dalam koalisi pemerintahannya.

Muhyiddin telah memerintah dengan kemenangan tipis dan memimpin koalisi penguasa yang tidak stabil sejak berkuasa pada Maret 2020.

Baca Juga: Raja Malaysia kecewa dengan Pemerintahan Muhyiddin Yassin, ada apa?




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×