Sumber: Antara,Xinhua | Editor: Yudho Winarto
SYDNEY. Bank sentra Australia (RBA) kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga utama (official cash rate) di rekor terendah 2% untuk 11 bulan berturut-turut. Kebijakan ini sekaligus mencerminkan sikap optimisme RBA terhadap perekonomian domestik meski pasar keuangan tengah bergejolak.
Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Glenn Stevens mengatakan, ada prospek yang wajar untuk pertumbuhan dalam ekonomi Australia, sekalipun inflasi rendah tetapi mendekati dengan target. "Oleh karena itu dewan memutuskan bahwa pengaturan kebijakan moneter saat ini tetap tepat," kata Stevens, Selasa (1/3).
Namun kepala ekonom Commonwealth Bank of Australia Michael Blythe mengatakan, ada berbagai pengaruh yang menunjukkan rintangan bagi RBA untuk menurunkan suku bunga.
"Pandangan bank tentang ekonomi global tidak diturunkan, bank mengkarakterisasi volatilitas pasar keuangan tidak berubah dan bank masih melihat penguatan ekonomi non-pertambangan serta kondisi pasar tenaga kerja membaik," kata Blythe dalam catatan penelitian.













