kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Regulator membujuk raksasa teknologi China untuk listing di bursa China


Selasa, 06 Maret 2018 / 06:33 WIB

Regulator membujuk raksasa teknologi China untuk listing di bursa China
ILUSTRASI. Logo Xiaomi


Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pengawas sekuritas China mengajak para raksasa teknologi negara tersebut untuk mendaftarkan saham di pasar saham China. Rata-rata raksasa perusahaan teknologi China mencatatkan saham di luar negeri.

Di sela-sela pertemuan tahunan badan penasehat utama China, Sabtu (3/3), beberapa pengusaha mengonfirmasi ada beberapa diskusi agar perusahaan teknologi bisa terdaftar di bursa China. Regulator juga berencana memotong persyaratan agar perusahaan teknologi besar di China dapat terdaftar di papan bursa.


Caixin melaporkan, regulator pasar modal China mendorong industri teknologi yang listing di luar negeri untuk membuat paket Chinese Depositary Receipts (CDRs) serupa dengan American Depositary Receipts (ADRs) untuk investor lokal. ADRs adalah sertifikat yang mewakili kepemilikan saham perusahaan asing.

Beberapa perusahaan yang akan listing di luar negeri mengaku siap mencatatkan saham juga di bursa China jika memang peraturan mengizinkan membuat CDRs. Perusahaan yang berminat diantaranya produsen smartphone Xiaomi Corp yang mempertimbangkan listing di luar negeri pada tahun ini dan juga Craigslist 58.com Inc.

Sementara itu perusahaan lain yang telah terdaftar di Amerika Serikat (AS) seperti Baidu mengaku memiliki mimpi untuk mencatatkan saham di China. "Sejak 2005 kami terdaftar di AS kami akan berkomunikasi dengan China Securities Regulatory Commission," ujar Chief Executive Officer Baidu Robin Li seperti dikutip Bloomberg.

Kepala Eksekutif Sogou, Wang Xiaochuan seperti dikutip di South China Morning Post pun mengatakan Sogou bersama dengan beberapa perusahaan internet lainnya akan memulai proses pendaftaran saham tahun ini. Sogou juga telah berdiskusi dengan China Securities Regulatory Commission untuk proses pendaftaran.

"Bagi perusahaan internet, sebagian besar pasar dan pengguna kami berada di China. Untuk terdaftar di negeri sendiri akan membentuk sinergi yang lebih besar," kata Wang. Sogou adalah operator mesin pencari terbesar kedua di China. Sogou meraih dana hasil penawaran saham perdana senilai US$ 585 juta di New York pada November 2017.

Ding Lei, Chairman NetEase, operator gim terbesar kedua di China mengatakan, regulator pasar modal telah berkonsultasi mengenai CDRs. Langkah tersebut untuk membuka jalan perusahaan teknologi yang terdaftar di AS agar sahamnya juga bisa diperdagangkan di bursa China.


Reporter: Avanty Nurdiana
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

Tag

Close [X]
×