kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45793,95   -1,37   -0.17%
  • EMAS942.000 0,43%
  • RD.SAHAM 0.14%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.04%

Rekaman percakapan pilot bocor, Iran berang dengan Ukraina


Senin, 03 Februari 2020 / 20:26 WIB
Rekaman percakapan pilot bocor, Iran berang dengan Ukraina
ILUSTRASI. Mobil jenazah yang membawa sebelas warga Ukraina, korban kecelakaan pesawat Ukraina nomor penerbangan 752, melintas di depan sejumlah pesawat Ukraina International Airways di Bandara Internasional Boryspil, Kiev, Ukraina, Minggu (19/1).

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - KIEV. Rekaman audio yang bocor dari seorang pilot Iran yang berbicara dengan menara kontrol di bandara Teheran menunjukkan, Iran tahu sejak awal telah menembak jatuh pesawat Ukraina bulan lalu.

Dalam rekaman yang diputar stasiun televisi Ukraina pada Minggu (2/2) malam, pilot pesawat maskapai Iran mengatakan, dia melihat "cahaya rudal" di langit sebelum pesawat Ukraina International Airways meledak dan jatuh.

"Rekaman yang bocor tersebut membuktikan, pihak Iran tahu sejak awal bahwa pesawat kami telah terkena rudal," kata presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam sebuah wawancara televisi, Senin (3/2).

Baca Juga: Iran minta dunia internasional tidak ubah kecelakaan pesawat jadi masalah politik

"Dia (pilot) mengatakan, bagi saya tampaknya sebuah rudal sedang terbang. Dia mengatakannya dalam bahasa Persia dan Inggris, jadi semuanya sudah jelas," ujar Zelenskiy seperti dikutip Reuters.

Semua penumpang dan awak yang berjumlah 176 orang tewas ketika pesawat dengan nomor penerbangan 752 jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandara Teheran dalam perjalanan ke Kiev pada 8 Januari lalu.

Hassan Rezaifar, pejabat Iran yang bertanggungjawab atas investigasi kecelakaan di Organisasi Penerbangan Sipil Iran menyebutkan, Ukraina melakukan "langkah aneh" dengan merilis rekaman rahasia tersebut.

Baca Juga: Video terbaru menunjukkan ada dua rudal Iran yang menabrak pesawat Ukraina

"Tindakan Ukraina tersebut menyebabkan kami tidak membagikan bukti lagi dengan mereka," kata Rezaifar seperti dilansir kantor berita Iran Mehr dan dikutip Reuters.

Berikut isi rekaman percakapannya:



TERBARU

[X]
×