kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Renault Siapkan Investasi US$11 miliar di Prancis, Fokus Mobil Listrik


Sabtu, 03 Oktober 2026 / 20:12 WIB
Renault Siapkan Investasi US$11 miliar di Prancis, Fokus Mobil Listrik
ILUSTRASI. Renault Group berencana menggelontorkan investasi lebih dari €10 miliar atau sekitar US$11 miliar di Prancis dalam lima tahun ke depan (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - PARIS. Renault Group berencana menggelontorkan investasi lebih dari €10 miliar atau sekitar US$11 miliar di Prancis dalam lima tahun ke depan. Investasi tersebut akan diarahkan untuk pengembangan kendaraan listrik serta produksi mobil dengan harga yang lebih terjangkau.

Chief Executive Officer (CEO) Renault Group François Provost mengatakan investasi tersebut merupakan kelanjutan dari transformasi basis industri perusahaan di Prancis yang telah dilakukan dalam lima tahun terakhir.

"Selama lima tahun terakhir, kami telah menginvestasikan €13 miliar di Prancis untuk sepenuhnya mengubah jejak industri kami dengan beralih ke kendaraan listrik. Dalam lima tahun ke depan, jika konteks sosial dan politik memungkinkan, kami akan kembali menginvestasikan lebih dari €10 miliar untuk terus mendorong kendaraan listrik dan membuat mobil lebih terjangkau," ujar Provost dalam wawancara dengan radio France Inter, Sabtu (3/10/2026).

Rencana investasi tersebut datang ketika pasar kendaraan listrik di Prancis mencatat pertumbuhan yang signifikan. Pada September, mobil listrik menyumbang 42% dari seluruh pendaftaran mobil baru di Prancis, atau mencapai rekor tertinggi.

Baca Juga: Pesawat Flydubai Nyaris Celaka, Kopilot Diduga Lakukan Serangan Teror

Permintaan kendaraan listrik meningkat seiring lonjakan harga bahan bakar sejak pecahnya perang Iran. Kondisi tersebut mendorong konsumen untuk mempertimbangkan kendaraan dengan biaya operasional yang lebih rendah.

Provost juga menegaskan bahwa transformasi menuju kendaraan listrik tidak berarti produksi otomotif di Prancis mengalami penurunan. Menurut dia, fasilitas manufaktur Renault di dalam negeri justru memproduksi lebih banyak kendaraan dibandingkan sebelumnya.

"Faktanya adalah saat ini kami memproduksi lebih banyak kendaraan di Prancis, di pabrik-pabrik Prancis, dibandingkan sebelumnya. Pada 2025, kami memproduksi 500.000 mobil di Prancis. Pada 2026, kami akan memproduksi setidaknya 25% lebih banyak berkat peningkatan kendaraan listrik," kata Provost.

Dengan demikian, produksi Renault di Prancis pada 2026 diperkirakan mencapai sedikitnya 625.000 unit, apabila pertumbuhan 25% dari basis produksi 2025 terealisasi.




TERBARU

[X]
×