Robert Kiyosaki prediksi akan terjadi crash terbesar di pasar keuangan Oktober ini

Senin, 04 Oktober 2021 | 20:37 WIB Sumber: Yahoo Finance
Robert Kiyosaki prediksi akan terjadi crash terbesar di pasar keuangan Oktober ini

ILUSTRASI. Penulis keuangan dan investor terkemuka asal AS Robert Kiyosaki. Sumber @theRealKiyosaki


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Penulis keuangan dan investor terkemuka Robert Kiyosaki memprediksi akan terjadi crash terbesar di pasar keuangan dan merupakan yang terbesar dalam sejarah dunia pada bulan Oktober 2021 ini.

Kehancuran pasar terbesar ini menurutnya dipicu gagal bayar utang oleh perusahaan properti terbesar kedua di China, Evergrande.

Melansir Yahoo Finance, Senin (4/10), penulis buku terpopuler Rich Dac Poor Dad ini memprediksi gagal bayar Evergrande ini bisa merembes ke pasar saham global.  

"Rumah kartun turun. Real estate akan jatuh bersama pasar saham," kicau Kiyosaki dalam tweetnya minggu lalu. "Grup Evergrande China tidak bisa membayar. Penilaian properti palsu. Akankah kehancuran real estate akan menyebar ke kita? Ya," sambungnya.

Baca Juga: Investor terkenal ini ramal kehancuran pasar saham, Bitcoin bisa jatuh

Kiyosaki juga mengatakan pada Kitco News pada Rabu lalu bahwa akan terjadi crash terbesar dalam sejarah dunia. Untuk mengantisipasi ini, Kiyosaki memberikan sejumlah saran kepada para investor.

Kiyosaksi mengusulkan agar berinvestasi pada tiga aset berikut. 

1. Emas

Menabung emas merupakan investasi paling sederhana bagi Kiyosaki. Selama berabad-abad, emas telah menjadi aset yang masuk akal.  

Emas tidak dapat dicetak seperti halnya uang kertas. Nilai emas juga sebagian besar tidak terpengaruh oleh peristiwa ekonomi di seluruh dunia.

Baca Juga: Jodi Andrea Suryokusumo Terinspirasi Robert Kiyosaki dan Teman Kuliah

Ia mengatakan, investor acapkali terburu-buru memborong emas ketika krisis terjadi yang memicu kenaikan harga emas.

2. Perak

Sama seperti emas, perak bisa menjadi alternatif investasi untuk menjaga nilai kekayaan terhadap kenaikan suku bunga dan inflasi.

Logam abu-abu mungkin tidak tampak mengasyikkan, tetapi bisa menjadi pegangan yang sangat efektif selama masa ketidakpastian. Selama dua tahun terakhir, harga perak meningkat lebih dari 30%.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru