kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45975,16   -1,28   -0.13%
  • EMAS915.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.19%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Investor terkenal ini ramal kehancuran pasar saham, Bitcoin bisa jatuh


Senin, 27 September 2021 / 23:10 WIB
Investor terkenal ini ramal kehancuran pasar saham, Bitcoin bisa jatuh

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Robert Kiyosaki, penulis buku laris Rich Dad Poor Dad, meramalkan "kehancuran pasar saham raksasa" yang akan datang pada Oktober nanti. Dan, dia yakin, “Bitcoin juga bisa crash”. 

"Keruntuhan pasar saham raksasa datang pada Oktober. Mengapa? Treasury (Departemen Keuangan AS) dan The Fed (bank sentral AS) kekurangan T-bills," kata investor terkenal Robert Kiyosaki di Twitter, Senin (27/9), seperti dikutip Bitcoin.com.

"Emas, perak, Bitcoin juga bisa crash. Uang tunai pilihan terbaik setelah crash. Tidak menjual emas, perak, Bitcoin, namun memiliki banyak uang untuk hidup setelah pasar saham jatuh. Saham berbahaya. Hati-hati," ujarnya.

Kiyosaki terbilang vokal dalam memprediksikan kehancuran pasar saham terbesar. 

Pada Juni lalu, ia memperingatkan, "kejatuhan terbesar" dalam sejarah dunia akan datang karena "gelembung terbesar semakin besar"
Dia menyarankan pada saat itu untuk membeli lebih banyak emas, perak, dan Bitcoin.

Baca Juga: Binance setop layanan bursa kripto di Singapura, ada apa?

Lalu, di Agustus, Kiyosaki mengatakan, “Bitcoin memiliki keuntungan terbesar. Dengan penurunan dollar AS, Bitcoin dan perak adalah investasi terbaik”. 

“Alasan utama saya berinvestasi dalam Bitcoin, emas, dan perak adalah karena saya tidak mempercayai para pemimpin kita, The Fed, Treasury, atau pasar saham. Sayangnya, ibu dan ayah yang menghemat uang melakukannya,” ungkap dia.

Pada Jumat (24/9) pekan lalu, Kiyosaki juga mengomentari berita tentang tindakan keras China terhadap kripto.

"China mengumumkan pagi ini tindakan keras baru terhadap kripto. Apa artinya? Itu berarti, China akan meluncurkan kripto pemerintahnya," sebutnya. 

"Jika AS mengikuti, kripto The Fed, berarti Bitcoin dilarang, AS menjadi pemerintah terpusat, seperti China, komunisme AS dimulai, kebebasan kita berakhir," imbuh dia.

Selanjutnya: China melarang semua transaksi kripto dan bakal membasmi penambangan aset digital




TERBARU
Kontan Academy
The Hybrid Salesperson The New Way to Sell in The New Era Certified Supply Chain Manager (CSCM) Batch 2

[X]
×