kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Rusia dan China Sepakat Bekerjasama


Rabu, 14 Oktober 2009 / 10:00 WIB
Rusia dan China Sepakat Bekerjasama


Reporter: Arthur Gideon, Bloomberg, Reuters | Editor: Dikky Setiawan

BEIJING. Rusia dan China menandatangani perjanjian kerjasama senilai US$ 3,5 miliar. Kerjasama kedua negera itu meliputi pengembangan energi dan pengembangan fasilitas militer. Kesepakatan kerjasama itu diteken saat Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mengunjungi China.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Zhukov mengatakan, kesepakatan itu mencakup pemberian dua fasilitas kredit dari China untuk Rusia. Agricultural Bank of China akan memberi utang ke lembaga keuangan Rusia VTB Group senilai US$ 500 juta, lalu Export-Import Bank of China menyalurkan kredit untuk bank milik pemerintah Rusia, VEB.

Kedua negara yang sempat lama berseteru itu juga menyepakati kerjasama dalam pembangunan infrastruktur. Perusahaan China akan membangun berbagai fasilitas produksi di Rusia. "Banyak pengusaha China yang tertarik menjadi pemilik modal Rusia," ungkap Zhukov, tanpa menjelaskan nilai investasi, sektor industri, ataupun nama perusahaan China yang akan masuk Rusia.

Kedua pihak juga menandatangani kerjasama pertahanan. Zhukov hanya menyebut kesepakatan kedua negara terkait dengan peluncuran rudal balistik.

Kredit ke Gazprom

Wakil perdana menteri Rusia yang membidangi masalah energi, Igor Sechin, juga tidak banyak membahas kerjasama energi yang dilakukan kedua negara tersebut.

Namun, para pengamat ekonomi China berspekulasi, Negeri Tembok Raksasa itu akan menyalurkan pinjaman ke salah satu perusahaan minyak dan gas Rusia.

Yang disebut-sebut akan menerima kredit dari China adalah Gazprom. Fasilitas kredit dari China ditaksir mencapai US$ 25 miliar. Selama ini, perusahaan minyak dan gas Rusia tidak memiliki cukup modal untuk mengeksplorasi cadangan minyak dan gas yang mereka miliki. Di sisi lain, China haus energi untuk menunjang pertumbuhan ekonomi mereka.

Perjanjian kerjasama kedua negara di bidang energi patut dicatat. Di masa lalu, Rusia yang masih tergabung dengan Uni Soviet dan China tidak pernah menggelar kerjasama ekonomi. Kedua negara yang menjadi motor komunisme itu sibuk berebut pengaruh di negara-negara komunis lain.

Kini, China sejatinya ingin memiliki saham di berbagai perusahaan Rusia yang mengelola sumber daya energi. Tetapi hingga saat ini, pemerintah Rusia menolak kehadiran investor asing di sektor energi. Satu-satunya jalan China untuk mengamankan pasokan minyak dan gas dari Rusia adalah menjadi kreditur.




TERBARU

[X]
×