kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Rusia Kecam Rencana AS Kirim Hampir 3.000 Tentara Tambahan ke Polandia dan Rumania


Kamis, 03 Februari 2022 / 20:25 WIB
ILUSTRASI. Tentara Amerika Serikat. Rusia mengecam rencana AS mengirim hampir 3.000 tentara tambahan ke Polandia dan Rumania.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Rusia mengecam rencana AS mengirim hampir 3.000 tentara tambahan ke Polandia dan Rumania, menyebutnya sebagai langkah merusak.

"Tidak didukung oleh siapa pun, langkah-langkah destruktif yang meningkatkan ketegangan militer dan mengurangi ruang lingkup keputusan politik," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko kepada kantor berita Interfax, seperti dikutip Reuters.

Departemen Pertahanan AS alias Pentagon mengungkapkan, Amerika Serikat bakal mengirim satu skuadron Stryker atau sekitar 1.000 tentara yang berbasis di Vilseck, Jerman, ke Rumania. 

Kemudian, mengirim sekitar 1.700 tentara terutama dari Divisi Lintas Udara ke-82 dari Fort Bragg, Carolina Utara, ke Polandia. Sementara 300 tentara lainnya akan bergeser dari Fort Bragg ke Jerman.

Baca Juga: NATO Tuding Rusia Tempatkan 30.000 Tentara di Belarus, Tetangga Utara Ukraina

Presiden AS Joe Biden mengatakan, pengerahan itu konsisten dengan apa yang dia katakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin: "Selama dia bertindak agresif, kami akan memastikan kami bisa meyakinkan sekutu NATO dan Eropa Timur kami bahwa kami ada di sana".

Tujuan pengiriman ribuan tentara tambahan itu, juru bicara Pentagon John Kirby mengungkapkan, adalah untuk mengirim "sinyal kuat" kepada Putin dan kepada dunia, bahwa NATO penting bagi Amerika Serikat dan sekutu mereka.

“Kami tahu bahwa dia (Putin) juga marah pada NATO, tentang NATO. Dia tidak merahasiakannya. Kami menjelaskan, kami akan siap untuk membela sekutu NATO kami jika itu terjadi. Semoga itu tidak terjadi," ujar Kirby, seperti dilansir Reuters.

Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak mengatakan, penempatan pasukan AS adalah tanda solidaritas yang kuat. 

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga menyambut baik hal itu, dengan mengatakan, respons aliansi terhadap Rusia bersifat defensif dan proporsional.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×