kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Saat rasisme menyelinap masuk ke kapal perang Amerika Serikat


Rabu, 10 Februari 2021 / 14:14 WIB
Saat rasisme menyelinap masuk ke kapal perang Amerika Serikat
ILUSTRASI. Kapal induk AS USS Nimitz (CVN 68) dan kapal penjelajah rudal berpemandu kelas Ticonderoga USS Princeton (CG 59) transit di Selat Balabac, Filipina, menuju lokasi latihan di Laut China Selatan.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Gilday mengakui, mengatasi ekstremisme adalah masalah kepemimpinan. Dan, "Kita memilikinya," sebut dia. 

"Beberapa pelaut mungkin berpikir, suara mereka tidak penting saat ini, atau merasa frustrasi karena ingin dilihat dan didengar. Tapi, biar saya perjelas, setiap suara Anda penting," tegasnya.

“Kegagalan ini adalah salah satu upaya kami untuk mendengarkan, belajar, dan meningkatkan,” imbuh Gilday.

Reuters pertama kali melaporkan bulan lalu, hampir sepertiga dari tentara kulit hitam AS melaporkan mengalami diskriminasi rasial, pelecehan, atau keduanya selama periode 12 bulan, menurut hasil survei Departemen Pertahanan.

Selanjutnya: Laut China Selatan panas lagi, kapal perang AS dekati kepulauan yang diklaim China




TERBARU

[X]
×