kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Sejarah Vatikan, negara terkecil di dunia


Selasa, 01 September 2020 / 14:15 WIB
Sejarah Vatikan, negara terkecil di dunia
ILUSTRASI. Vatikan, negara terkecil di dunia. REUTERS/Remo Casilli

Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID -  Negara adalah organisasi yang menguasai wilayah dan sekelompok orang di dalamnya. Tapi, ada negara yang memiliki luas wilayah satu kota kecil saja, seperti Vatikan.

Sebuah negara ada yang berupa daratan maupun kepulauan. Biasanya, negara terdiri dari sejumlah wilayah pemerintahan yang lebih kecil, seperti provinsi dan kota. 

Lantas, apakah Vatikan negara terkecil di dunia? Saat ini, Vatikan tercatat sebagai negara terkecil di dunia.

Sejarah Vatikan

Dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Vatikan, Negara Kota Vatikan dibentuk melalui Traktat Lateran yang ditandatangani pada 1929 antara Wakil Kepala Pemerintah Takhta Suci Kardinal Pietro Gaspari dan Perdana Menteri Kerajaan Italia Benito Mussolini.

Vatikan diakui sebagai badan politik yang menjamin Takhta Suci sebagai institusi tertinggi dalam Gereja Katolik sedunia sekaligus negara berdaulat. 

Baca Juga: Paus: Sangat menyedihkan jika orang kaya diberi prioritas untuk vaksin corona

Negara Vatikan terbentuk setelah melewati proses panjang. Sekitar pertengahan abad ke-8, terbentuk Negara Kepausan (Stato Pontificio) dengan wilayah meliputi seluruh Kota Roma yang terbentang antara pesisir Barat dan Timur Italia.

Proses penyatuan kerajaan-kerajaan Italia mengakibatkan Negara Kepausan beberapa kali terancam dan terlibat dalam politik serta perang wilayah. 

Setelah Roma direbut oleh Garibaldi pada 1870 dan kekuasaan diserahkan kepada Raja Vittorio Emanuele II, maka berakhir pula apa yang disebut Negara Kepausan. 

Paus Pius IX meninggalkan Istana Lateran dan pindah ke Istana Vatikan lalu menetap di situ dengan mengurung diri.

Pada 1871, Raja Vittorio Emanuele II mengeluarkan undang-undang yang menjamin kedudukan Paus untuk menempati Istana Lateran dan Castel Gandolfo. Tindakan unilateral ini ditolak oleh Paus. 

Baca Juga: Paus Fransiskus: Manusia lebih penting daripada ekonomi




TERBARU

[X]
×