kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Selama pandemi, jutaan orang di dunia menjadi jutawan


Jumat, 25 Juni 2021 / 05:55 WIB
ILUSTRASI. Meskipun terjadi kerusakan ekonomi akibat pandemi, lebih dari lima juta orang menjadi jutawan di seluruh dunia pada tahun 2020. REUTERS/Jason Lee/Illustration/File Photo


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sejak awal abad ke-21, jumlah orang dengan kekayaan antara US$ 10.000 dan US$ 100.000 telah meningkat lebih dari tiga kali lipat dari 507 juta pada tahun 2000 menjadi 1,7 miliar pada pertengahan 2020.

Mereka mengatakan, peningkatan tersebut mencerminkan kemakmuran yang tumbuh di negara-negara berkembang, terutama China, dan perluasan kelas menengah di negara berkembang.

"Tidak dapat disangkal tindakan yang diambil oleh pemerintah dan bank sentral untuk mengatur program transfer pendapatan besar-besaran untuk mendukung individu dan bisnis yang paling terkena dampak pandemi, dan dengan menurunkan suku bunga, telah berhasil menghindari krisis global skala penuh," papar Nannette Hechler-Fayd'herbe, kepala investasi di Credit Suisse.

Dia menambahkan, penurunan suku bunga oleh bank sentral mungkin memiliki dampak terbesar.

"Ini adalah alasan utama mengapa harga saham dan harga rumah berkembang pesat, dan ini diterjemahkan langsung ke dalam penilaian kami atas kekayaan rumah tangga," jelas Hechler-Fayd'herbe.

Baca Juga: Hai milenial, ini 10 kiat sukses menjadi jutawan sebelum usia 30 tahun

Namun dia menambahkan bahwa intervensi ini dilakukan dengan biaya yang besar.

"Utang publik relatif terhadap PDB telah meningkat di seluruh dunia sebesar 20 poin persentase atau lebih di banyak negara," imbuhnya. 

Hechler-Fayd'herbe menjelaskan, alasan utama mengapa harga saham dan harga rumah mengalami kenaikan adalah karena penurunan suku bunga oleh bank. 

"Hal ini diterjemahkan langsung ke dalam penilaian kami atas kekayaan rumah tangga," jelasnya.

Selanjutnya: MacKenzie Scott, mantan istri Jeff Bezos menggelontorkan Rp 38,61 triliun untuk amal




TERBARU

[X]
×