kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.967
  • EMAS697.000 -0,71%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Selandia Baru akan umumkan revisi UU persenjataan pasca penembakan masjid


Senin, 18 Maret 2019 / 22:55 WIB

Selandia Baru akan umumkan revisi UU persenjataan pasca penembakan masjid
ILUSTRASI. Warga meletakkan bunga di depan Masjid Wellington, Selandia Baru

KONTAN.CO.ID - CHRISTCHURCH. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arden menyatakan akan mengumumkan undang-undang senjata yang baru dalam beberapa hari ke depan pasca aksi penembakan massal di dua masjid yang menewaskan 50 orang di Christchurch.

"Dalam 10 hari sejak aksi terorisme yang mengerikan ini, kami akan mengumumkan reformasi, yang saya percaya akan membuat komunitas kami lebih aman," ujar Ardens dalam konferensi pers seperti dikutip Reuters Senin (18/3).


Pemilik toko senjata Gun City, David Tipple mengatakan, pria bersenjata yang dicurigai telah membeli empat senjata dan amunisi online secara legal darinya sekitar Desember 2017 dan Maret 2018. Tetapi ia tidak menjual senjata berkekuatan tinggi yang digunakan dalam pembantaian.

"MSSA, otomatis bergaya militer yang dilaporkan digunakan oleh pria bersenjata itu tidak dibeli dari Gun City. Gun City tidak menjual MSSA, hanya senjata api kategori A," jelas Tipple dalam konferensi pers.

Dalam UU senjata Selandia Baru, senjata kategori-A dimungkinkan semi otomatis, tetapi terbatas pada tujuh tembakan.

Namun, video live streaming dari seorang pria bersenjata di salah satu masjid menunjukkan senjata semi otomatis itu menembakkan peluru dalam jumlah besar.

Tipple mengatakan, mendukung keputusan Ardens untuk mereformasi UU senjata karena kasus penembakan di Christchurch menimbulkan kekhawatiran.

Ardens juga mendorong para pemilik senjatanya untuk menyerahkan senjatanya.

"Pelajaran yang jelas dari sejarah di seluruh dunia adalah untuk membuat komunitas kita lebih aman, sekarang saatnya," imbuhnya.

"Saya sangat percaya, sebagian besar pemilik senjata di Selandia Baru akan setuju dengan sentimen bahwa perlu ada perubahan."

Pasar online teratas di Selandia Baru, Trade Me Group menyatakan menghentikan penjualan senjata semi otomatis setelah serangan hari Jumat.

Selandia Baru dengan penduduk hanya lima juta orang diperkirakan memiliki 1,5 juta senjata api.


Sumber : Reuters
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0925 || diagnostic_web = 0.3400

Close [X]
×