kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.173   14,00   0,08%
  • IDX 5.111   54,16   1,07%
  • KOMPAS100 660   8,27   1,27%
  • LQ45 520   4,58   0,89%
  • ISSI 170   1,05   0,62%
  • IDX30 292   2,50   0,86%
  • IDXHIDIV20 392   0,75   0,19%
  • IDX80 76   0,86   1,14%
  • IDXV30 109   0,08   0,07%
  • IDXQ30 98   -0,16   -0,16%

Selisih US$ 250, Negeri Tetangga Ini Diprediksi Kalahkan PDB Per Kapita Indonesia


Senin, 02 November 2026 / 14:09 WIB
Selisih US$ 250, Negeri Tetangga Ini Diprediksi Kalahkan PDB Per Kapita Indonesia
ILUSTRASI. Vietnam Dong (Safar Asia/VND)


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Hanoi. Satu lagi negara di Asi Tenggara yang akan mengalahkan Indonesia dalam hal produk domestik bruto (PDB) per kapita. Negara tetangga yang akan memiliki PDB per kapita di atas Indonesia adalah Vietnam.

Vietnam diproyeksikan menyalip Indonesia dalam hal produk domestik bruto (PDB) per kapita pada 2026. Berdasarkan proyeksi International Monetary Fund (IMF) edisi Oktober 2026, Vietnam juga berpeluang naik ke posisi kelima negara dengan PDB per kapita tertinggi di kawasan ASEAN.

Mengutip laporan IMF yang dilansir VN Express, Jumat (30/10/2026), PDB nominal per kapita Vietnam diperkirakan mencapai US$ 5.259 pada 2026. Angka tersebut meningkat 8,9% dibandingkan posisi 2025 sebesar US$ 4.829.

Sementara itu, PDB per kapita Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 5.153 pada 2026, atau tumbuh 1,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 5.078.

Dengan proyeksi tersebut, Vietnam berpotensi membalikkan posisi setelah pada 2025 masih tertinggal sekitar US$ 250 dari Indonesia.

Jika terealisasi, Vietnam akan menempati peringkat kelima negara ASEAN berdasarkan PDB per kapita, di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand. Indonesia pun berpotensi turun ke posisi keenam.

IMF memperkirakan keunggulan Vietnam berlanjut hingga 2027. PDB per kapita negara tersebut diproyeksikan mencapai US$ 5.659, sedangkan Indonesia diperkirakan sebesar US$ 5.550.

Meski demikian, pergeseran peringkat PDB per kapita tidak berarti Vietnam telah menjadi negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara.

Indonesia masih diproyeksikan mempertahankan posisinya sebagai ekonomi terbesar di ASEAN. IMF memperkirakan total PDB Indonesia mencapai US$ 1,48 triliun pada 2026, hampir tiga kali lipat dibandingkan Vietnam yang diproyeksikan sebesar US$ 542 miliar.

Baca Juga: Singapura Hadapi Sikap Keras Indonesia di Tengah Isu Kabut Asap dan Tekanan Politik

Pertumbuhan ekonomi Vietnam melesat

Salah satu faktor yang menopang kenaikan PDB per kapita Vietnam adalah pertumbuhan ekonominya yang relatif tinggi.

Berdasarkan data National Statistics Office Vietnam, ekonomi negara tersebut tumbuh 9,95% secara tahunan pada kuartal III-2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I dan II yang masing-masing sebesar 8,15% dan 8,81%.

Secara kumulatif, ekonomi Vietnam tumbuh 9,01% sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor industri dan konstruksi, jasa, serta pertanian.

Pemerintah Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi setidaknya 10% pada 2026. Namun, proyeksi IMF masih lebih konservatif, yakni sebesar 8,4%.

Sebagai perbandingan, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,1% pada tahun ini.

Peneliti senior Institute of Developing Economies (IDE) Jepang, Mai Fujita, menilai investasi publik menjadi salah satu faktor yang mendukung akselerasi ekonomi Vietnam.

Vietnam mengalokasikan anggaran investasi publik sebesar 1,014 kuadriliun dong untuk 2026. Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, realisasi investasi publik dari anggaran negara mencapai sekitar 661,8 triliun dong.

Nilai tersebut meningkat 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan setara dengan 59,9% dari target tahunan.

Sejumlah proyek infrastruktur strategis, mulai dari jalan tol, bandara, hingga fasilitas transportasi lainnya, juga tengah dibangun di berbagai wilayah Vietnam.

Baca Juga: PMI Manufaktur China Melambat pada Oktober, Pesanan Ekspor Melemah

Investasi asing dan ekspor jadi penopang

Selain investasi pemerintah, aliran modal asing dan kinerja ekspor turut menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Vietnam.

Realisasi investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di Vietnam mencapai US$ 21,07 miliar selama Januari-September 2026. Nilai tersebut meningkat 12,1% secara tahunan dan menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir untuk periode yang sama.

Sementara itu, total investasi asing yang terdaftar melonjak 76,4% secara tahunan menjadi US$ 50,36 miliar.

Kinerja perdagangan luar negeri Vietnam juga menunjukkan pertumbuhan kuat. Nilai ekspor barang negara tersebut mencapai US$ 434,3 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 24,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Vietnam juga semakin memperkuat perannya dalam rantai pasok manufaktur global, khususnya pada industri elektronik dan teknologi tinggi, termasuk semikonduktor.

Perkembangan sektor manufaktur tersebut turut memperkuat daya tarik Vietnam sebagai tujuan investasi perusahaan global.

Tonton: Malaysia Siapkan Rp4,46 Miliar untuk Pedagang Kecil, Anwar Minta Pendapatan Naik

Proyeksi PDB per kapita Vietnam hingga 2030

IMF memperkirakan tren kenaikan PDB per kapita Vietnam masih berlanjut hingga 2030.

PDB per kapita Vietnam diproyeksikan mencapai US$ 7.105 pada 2030, meningkat 35,1% dibandingkan proyeksi 2026.

Pada periode yang sama, PDB per kapita Indonesia diperkirakan mencapai US$ 6.944.

Dengan demikian, Vietnam berpotensi mempertahankan keunggulannya atas Indonesia. Selisih PDB per kapita kedua negara diproyeksikan meningkat dari US$ 106 pada 2026 menjadi US$ 161 pada 2030.

Pemerintah Vietnam sendiri menargetkan PDB per kapita mencapai sekitar US$ 8.500 pada 2030. Target tersebut mencerminkan ambisi Vietnam untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan memperkuat posisi ekonominya di kawasan.

Meski memiliki prospek pertumbuhan yang kuat, Fujita mengingatkan Vietnam tetap perlu memperhatikan sejumlah faktor untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Pengembangan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan inovasi teknologi menjadi aspek penting yang perlu diperkuat. Kedua faktor tersebut dinilai tidak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Vietnam.







https://www.kompas.com/global/read/2026/11/02/110404670/vietnam-salip-indonesia-pdb-per-kapita-naik-ke-ranking-5-asean?page=all#page2


 

Malaysia Siapkan Rp4,46 Miliar untuk Pedagang Kecil, Anwar Minta Pendapatan Naik




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×