kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Semakin menyebar, WHO: Varian Omicron terkonfirmasi di 76 negara


Rabu, 15 Desember 2021 / 12:40 WIB
ILUSTRASI. WHO mengungkapkan, berdasarkan bukti terbatas saat ini, varian Omicron tampaknya memiliki keunggulan pertumbuhan dibanding Delta. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Varian Omicron semakin menyebar ke banyak negara. WHO menyebutkan, hingga Selasa (14/12), varian baru virus corona itu telah terkonfirmasi di 76 negara.

"Berdasarkan bukti terbatas saat ini, Omicron tampaknya memiliki keunggulan pertumbuhan dibanding Delta," ungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Pembaruan Epidemiologis Mingguan tentang COVID-19 yang terbit Selasa (14/12). 

"Ini menyebar lebih cepat dari varian Delta di Afrika Selatan, di mana sirkulasi Delta rendah. Tapi, tampaknya menyebar lebih cepat
dari varian Delta di negara-negara di mana insiden Delta tinggi, seperti di Inggris," sebut WHO.

Hanya, WHO menyatakan, data tentang keparahan klinis akibat Omicron masih terbatas. Informasi lebih lanjut tentang tingkat keparahan kasus yang terkait varian itu keluar dalam beberapa minggu mendatang.

Baca Juga: Meski varian Omicron menyebar, kasus mingguan Covid-19 global turun

"Sebab, ada jeda waktu antara peningkatan kasus dan kasus yang parah serta kematian," kata WHO.

Tetapi, WHO mengungkapkan, bukti awal menunjukkan, mungkin ada pengurangan kemanjuran dan efektivitas vaksin terhadap infeksi
dan transmisi terkait varian Omicron, serta peningkatan risiko infeksi ulang. 

Menurut WHO, lebih banyak data diperlukan untuk mengetahui sejauh mana Omicron bisa menghindari vaksin dan penurunan kekebalan  dari infeksi. Dan, sejauh mana vaksin saat ini terus melindungi terhadap penyakit parah dan kematian terkait varian itu.

"Risiko keseluruhan yang terkait dengan varian baru yang menjadi perhatian, Omicron tetap sangat tinggi," imbuh WHO.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×