Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - SAO PAULO. Senat Brasil menyetujui amendemen konstitusi yang memangkas hari kerja dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Keputusan ini menjadi kemenangan legislatif penting bagi Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, kurang dari dua pekan menjelang putaran kedua pemilihan presiden Brasil.
Reformasi ketenagakerjaan yang populer tersebut mendapat dukungan dari anggota parlemen lintas spektrum politik Brasil dalam dua kali pemungutan suara yang diwajibkan. Dukungan juga datang dari pesaing Lula dalam putaran kedua pemilihan presiden, yakni Senator sayap kanan Flavio Bolsonaro, yang sebelumnya sempat menentang kebijakan tersebut.
Persetujuan Senat diberikan setelah majelis rendah parlemen Brasil lebih dahulu menyetujui usulan tersebut pada Mei lalu. Amendemen ini memangkas jam kerja di negara dengan perekonomian terbesar di Amerika Latin itu dari 44 jam menjadi 40 jam per pekan.
Kebijakan tersebut sekaligus mengakhiri praktik yang masih lazim diterapkan di sejumlah sektor, seperti ritel, yang mewajibkan pekerja formal bekerja selama enam hari dalam sepekan.
Baca Juga: Dua Kapal Kargo Tenggelam di Selat Hormuz Usai Terkena Proyektil
Perubahan ini menjadi perombakan terbesar terhadap hak-hak ketenagakerjaan Brasil dalam beberapa dekade terakhir. Pemerintah Brasil sebelumnya memperkirakan lebih dari 37 juta pekerja di sektor formal akan memperoleh manfaat dari kebijakan tersebut.
Aturan baru itu akan diterapkan secara bertahap dalam periode 14 bulan.
Lula, yang berupaya meraih masa jabatan presiden keempatnya secara tidak berturut-turut, bersama pemerintahannya telah lama mendorong reformasi tersebut. Sebaliknya, Bolsonaro dan Partai Liberal yang dipimpinnya sebelumnya menentang kebijakan itu.
Mereka beralasan, langkah tersebut dirancang untuk meningkatkan peluang Lula kembali terpilih sebagai presiden.
Namun, menjelang pemungutan suara di Senat, Bolsonaro mengubah sikapnya pada Selasa. Ia menyatakan akan mendukung pemangkasan hari kerja, meskipun sebelumnya menentang usulan tersebut.
Baca Juga: Netflix PHK 1.000 Karyawan, Terbesar Sejak 2022 di Tengah Persaingan Streaming
Bolsonaro sendiri unggul atas Lula dalam putaran pertama pemilihan presiden yang berlangsung pada awal bulan ini.
Dalam unggahan di platform X, Lula menyebut persetujuan amendemen tersebut sebagai kemenangan bagi para pekerja.
"Ini berarti lebih banyak waktu untuk menjalani hidup, beristirahat, bersama keluarga, menyaksikan anak-anak tumbuh, merawat diri sendiri, dan menikmati kehidupan," ujar Lula.
Persetujuan Senat tersebut menjadi capaian politik penting bagi Lula menjelang putaran kedua pemilihan presiden. Dukungan lintas partai terhadap reformasi ketenagakerjaan ini juga menunjukkan bahwa isu kesejahteraan pekerja menjadi perhatian utama dalam dinamika politik Brasil.














