kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sepekan Turun 3,8%, Kilau Emas Memudar


Sabtu, 14 Mei 2022 / 12:10 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas terus melemah dan cetak penurunan mingguan keempat berturut-turut. Tekanan bagi harga datang karena pergerakan kuat dolar Amerika Serikat (AS) dengan suku bunga AS yang lebih agresif.

Jumat (14/5), harga emas spot ditutup melemah 0,6% ke US$ 1.811,79 per ons troi, setelah sempat mencapai level terendah sejak 4 Februari di US$ 1.798,86 per ons troi. Ini membuat emas anjlok hampir 4% di minggu ini.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Juni 2022 ditutup koreksi 0,9% ke US$ 1.808,20 per ons troi.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan, pertempuran untuk mengendalikan inflasi akan "termasuk beberapa rasa sakit", karena dampak dari suku bunga yang lebih tinggi terasa.

"Emas sedang terbebani karena The Fed telah berkomitmen untuk menaikkan suku bunga dengan cepat dan di samping itu, dolar sangat kuat," kata David Meger, Director of Metals Trading High Ridge Futures.

Baca Juga: Harga Emas Melemah Total 3,18% dalam Empat Pekan

"Ke depan, angka inflasi adalah apa yang pasar akan perhatikan dengan cermat," lanjut Meger.

Indeks dolar ditetapkan untuk kenaikan mingguan keenam berturut-turut, setelah melayang di dekat level tertinggi 20 tahun.

Meskipun dilihat sebagai lindung nilai inflasi, emas batangan tidak menghasilkan bunga dan sensitif terhadap kenaikan suku bunga jangka pendek AS dan imbal hasil obligasi.

"Rebound di pasar saham global di tengah berkurangnya penghindaran risiko di pasar untuk mengakhiri minggu perdagangan juga negatif untuk logam safe-haven," kata analis senior Kitco Jim Wycoff dalam sebuah catatan.




TERBARU

[X]
×