Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Sekitar 60% penerbangan terjadwal di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, diperkirakan batal pada Senin (12/10/2026).
Pembatalan ini terjadi setelah serangkaian serangan kelompok Houthi dari Yaman menewaskan belasan orang sepanjang akhir pekan.
Mengutip data perusahaan analitik penerbangan Cirium, tingkat pembatalan penerbangan di bandara utama ibu kota Arab Saudi tersebut diperkirakan masih tinggi pada awal pekan ini.
Baca Juga: Penjualan Mobil China Turun 12 Bulan Beruntun, Ekspor Melonjak 73,2%
Pada Minggu (11/10/2026), sebanyak 99,7% dari seluruh penerbangan terjadwal di bandara itu tercatat dibatalkan.
Bandara Riyadh tetap ditutup pada Minggu setelah serangan yang menewaskan satu orang dan melukai hampir selusin lainnya.
Insiden tersebut menyusul serangan sehari sebelumnya yang diklaim oleh kelompok Houthi, dengan korban mencapai 13 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 orang terluka.
Serangkaian serangan tersebut meningkatkan tekanan terhadap keamanan penerbangan dan aktivitas transportasi di Arab Saudi.
Dalam dua pekan terakhir, serangan Houthi dilaporkan menewaskan lebih dari 15 orang di negara tersebut.
Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, rangkaian kejadian dalam beberapa pekan terakhir merupakan persoalan serius dan harus direspons dengan tingkat keseriusan yang sepadan.
Baca Juga: Harga Minyak Brent Bertahan di Atas US$ 100 Senin (12/10), Ini Pendorongnya
Pernyataan itu disampaikan ketika kelompok Houthi, yang bersekutu dengan Iran, meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi. Situasi keamanan tersebut menjadi perhatian bagi operasional penerbangan dan mobilitas penumpang di kawasan.













