kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Setelah 6 tahun, Nokia-Siemens sepakat cerai


Senin, 01 Juli 2013 / 13:55 WIB
ILUSTRASI. Simak Kurs Dollar-Rupiah di BRI Jelang Tengah Hari Ini, Senin 24 Januari 2022. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

LONDON. Nokia Oyj dan Siemens AG sepakat untuk mengakhiri kerjasama (joint venture) dalam unit perlengkapan telekomunikasi yang dinamakan Nokia Siemens Networks. Padahal, kerjasama tersebut sudah berlangsung selama enam tahun lamanya.

Kesepakatan berakhirnya kerjasama itu ditandai dengan persetujuan Nokia untuk membeli 50% saham milik Siemens di Nokia Siemens Networks. Adapun nilai transaksinya mencapai 1,7 miliar euro atau setara dengan US$ 2,2 miliar.

Pembayaran transaksi akan dilakukan bertahap. Tahap pertama, Nokia akan membayar sebesar 1,2 miliar euro. Kemudian sisanya akan dibayarkan melalui skema pinjaman berjangka waktu setahun setelah perjanjian tersebut diselesaikan.

Nantinya, pasca transaksi tersebut, kantor pusat Nokia Siemens masih akan mengambil lokasi di Espoo, Finlandia. Perusahaan ini juga akan mempertahankan Rajeev Suri sebagai direktur utamanya.

Bagi Nokia, yang saat ini mencari celah di tengah ketatnya persaingan industri smartphone, transaksi ini memberikan kuasa penuh atas bisnis Nokia Siemens yang telah berhasil memperbaiki kinerjanya sejak membukukan keuntungan pada tahun lalu.

“Kami melihat ini sebagai hal positif sekaligus negatif bagi Nokia. Transaksi menjanjikan masa depan yang lebih pasti bagi grup, tapi juga mengetatkan neraca saldo untuk masa-masa sulit di masa yang akan datang,” jelas Pierre Feragu, analis Sanford C. Bernstein di London.

Sementara Siemens, yang sejak beberapa tahun lalu mengemukakan niatnya untuk keluar dari bisnis telepon genggam, akan lebih fokus pada industri perlengkapan energi, layanan kesehatan, dan rel kereta api.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×