kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.152   5,00   0,03%
  • IDX 5.369   -3,69   -0,07%
  • KOMPAS100 699   2,51   0,36%
  • LQ45 544   1,38   0,25%
  • ISSI 183   -0,17   -0,09%
  • IDX30 304   0,28   0,09%
  • IDXHIDIV20 403   1,88   0,47%
  • IDX80 80   0,26   0,33%
  • IDXV30 113   1,49   1,34%
  • IDXQ30 102   0,22   0,22%

Singapura Buka Tender Impor LNG Jangka Panjang, Kaji Pembangunan Terminal Ketiga


Selasa, 27 Oktober 2026 / 10:03 WIB
Singapura Buka Tender Impor LNG Jangka Panjang, Kaji Pembangunan Terminal Ketiga
ILUSTRASI. Kilang Minyak Terbesar di Dunia - ExxonMobils Singapore (DOK/exxonmobil.com.sg)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Singapura mulai memperkuat ketahanan pasokan gas alam dengan membuka tender pengadaan liquefied natural gas (LNG) jangka panjang untuk pertama kalinya.

Negara kota tersebut juga mengkaji kelayakan pembangunan terminal impor LNG ketiga guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi.

Melansir Reuters, Menteri Negara untuk Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura Gan Siow Huang mengatakan, perusahaan pengadaan gas milik negara, GasCo, telah meluncurkan proses pengadaan untuk mengamankan pasokan LNG berjangka.

Baca Juga: Rusia-Ukraina Gencatan Senjata Lokal, Buka Jalur Bantuan dan Evakuasi Warga

Selain pengadaan LNG, pemerintah Singapura tengah mengkaji kemungkinan pembangunan terminal impor LNG ketiga di Pulau Tekong, yang terletak di bagian timur laut negara tersebut. Gan menyampaikan hal itu dalam konferensi Asia Gas Markets pada Selasa (27/10/2026).

Langkah tersebut dilakukan seiring rencana Singapura memperbesar kapasitas pembangkit listrik berbahan bakar gas.

Pada Senin, pemerintah mengumumkan rencana pembangunan lima pembangkit listrik tenaga gas baru untuk meningkatkan kapasitas pembangkitan listrik sekitar 26% pada awal dekade mendatang, dari posisi saat ini sekitar 12 gigawatt (GW).

Meski demikian, Gan belum mengungkapkan rincian volume pengadaan LNG oleh GasCo maupun kapasitas terminal impor ketiga yang sedang dipertimbangkan.

GasCo dibentuk pada 2025 untuk memusatkan pengadaan dan pasokan gas Singapura. Sebelumnya, perusahaan tersebut menyatakan akan mencari pasokan LNG jangka panjang pada kuartal I-2026, dengan pengiriman mulai 2028.

Baca Juga: Pemilu Sela AS: Donald Trump Abaikan Hasil Jajak Pendapat

Strategi ini ditujukan untuk mengamankan volume pasokan melalui kontrak multiyears, sehingga Singapura tidak terlalu bergantung pada pembelian LNG di pasar spot.

Kebutuhan pengamanan pasokan tersebut tidak terlepas dari proyeksi kesenjangan pasokan gas.

Singapura diperkirakan menghadapi kekurangan pasokan sekitar 3 juta ton pada 2028 dan 2029. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 6 juta ton pada 2035.

Saat ini, gas alam menyumbang sekitar 95% dari kebutuhan pembangkitan listrik Singapura. Negara tersebut mengimpor LNG serta gas yang dialirkan melalui pipa dari negara tetangga, Malaysia dan Indonesia.

Tekanan terhadap pasokan juga muncul dari kawasan regional. Pada Sabtu, regulator hulu minyak dan gas bumi Indonesia menyatakan telah memangkas ekspor gas melalui pipa ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik standar per hari untuk mengalihkan pasokan bagi kebutuhan sektor ketenagalistrikan domestik.

Di sisi lain, konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang pecah pada akhir Februari turut mendorong harga gas global mencapai rekor tertinggi, sehingga meningkatkan urgensi bagi negara pengimpor untuk mengamankan pasokan energi.

Singapura juga tengah membangun terminal impor LNG kedua yang dimulai pada awal tahun ini. Terminal tersebut dirancang memiliki kapasitas regasifikasi 5 juta ton per tahun atau million tonnes per annum (mtpa) dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2030.

Baca Juga: Ballon d'Or 2026: Lionel Messi Finis di Peringkat 5, Cetak Sejarah di Usia 39 Tahun

Setelah terminal kedua beroperasi, total kapasitas regasifikasi LNG Singapura diperkirakan mencapai 15 mtpa. Adapun rencana terminal ketiga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan gas dan menjaga keandalan pasokan listrik.

Selain LNG, Singapura turut menjajaki sumber energi gas yang lebih rendah emisi.

Gan mengatakan, pemerintah telah menunjuk Keppel Energy, Sembcorp Utilities, dan Tuas Power sebagai agregator untuk menguji kelayakan komersial impor dan pemanfaatan biomethane bagi pembangkitan listrik serta upaya dekarbonisasi industri.

Menurut Gan, inisiatif tersebut berpotensi membuka peluang pengembangan rantai pasok biomethane regional dengan memanfaatkan infrastruktur gas dan kemampuan perdagangan yang telah tersedia.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×