kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Singapura Buka Tender Pembangkit Gas Siap Hidrogen, Target Operasi 2031–2032


Rabu, 29 April 2026 / 15:44 WIB
Singapura Buka Tender Pembangkit Gas Siap Hidrogen, Target Operasi 2031–2032
ILUSTRASI. Warga Singapura Dominasi Jumlah Kunjungan Wisman di Batam (TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Otoritas pasar energi Singapura membuka peluang bagi sektor swasta untuk membangun pembangkit listrik berbasis gas yang siap beralih ke hidrogen (hydrogen-ready), sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung transisi energi jangka panjang.

Melansir Reuters, Energy Market Authority (EMA) pada Rabu (29/4) mengumumkan telah meminta proposal dari pelaku industri untuk pembangunan unit pembangkit listrik combined cycle gas turbine (CCGT). Pembangkit ini ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada 2031 dan 2032.

Baca Juga: Ekonomi Terancam Perang dan Utang Rumah Tangga, Thailand Tahan Suku Bunga

Dalam skema tersebut, pihak swasta akan bertanggung jawab penuh atas pembangunan, kepemilikan, serta operasional pembangkit.

EMA merencanakan satu unit mulai beroperasi pada 2031, disusul hingga dua unit tambahan pada 2032.

Setiap unit pembangkit diproyeksikan memiliki kapasitas minimal 600 megawatt (MW), guna memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat di negara kota tersebut.

EMA memperkirakan permintaan listrik puncak Singapura akan mencapai 9,6 gigawatt hingga 11,4 gigawatt pada 2031. Kebutuhan ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya aktivitas industri serta digitalisasi.

Baca Juga: UEA Keluar dari OPEC Mulai 1 Mei, Picu Ketegangan Baru di Pasar Energi Global

Meski tengah mendorong pengembangan energi terbarukan, pemerintah Singapura menegaskan bahwa gas alam masih akan menjadi komponen penting dalam bauran energi dalam jangka menengah.

Hal ini terutama untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di tengah volatilitas energi global.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura K Shanmugam menyebut sekitar 95% kebutuhan listrik negara tersebut masih bergantung pada gas alam impor. Sekitar 9% dari pasokan gas itu diperkirakan berasal dari Qatar pada tahun ini.

Baca Juga: China Siap Kembali Ekspor Bahan Bakar di Mei, Volume Mencapai 500.000 Ton

Di tengah ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, Singapura juga mempertimbangkan untuk meningkatkan cadangan energinya, yang saat ini terdiri dari gas alam dan diesel, meskipun langkah tersebut berpotensi menambah beban biaya.

Langkah pengembangan pembangkit gas yang siap beralih ke hidrogen ini menjadi bagian dari upaya Singapura untuk menyeimbangkan antara ketahanan energi, efisiensi biaya, dan target dekarbonisasi di masa depan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×