kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Ekonomi Terancam Perang dan Utang Rumah Tangga, Thailand Tahan Suku Bunga


Rabu, 29 April 2026 / 15:35 WIB
Ekonomi Terancam Perang dan Utang Rumah Tangga, Thailand Tahan Suku Bunga
ILUSTRASI. Suasana kota di Thailand. Bank of Thailand memutuskan menahan suku bunga acuan di 1% (REUTERS/Jittrapon Kaicome)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Bank sentral Thailand mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan Rabu (29/4/2026). Keputusan tersebut sejalan dengan proyeksi pasar.

Bank of Thailand menilai perlu menilai dampak kenaikan harga minyak yang dipicu oleh perang di Timur Tengah, sekaligus mendukung perekonomian yang bergulat dengan konsumsi yang lemah dan utang rumah tangga yang tinggi.

Karena itu, Komite Kebijakan Moneter Bank of Thailand dengan suara bulat memutuskan mempertahankan suku bunga repo satu hari di level 1,00%. Ini merupakan level terendah dalam lebih dari tiga tahun.

Baca Juga: Dampak Perang Timur Tengah, Thailand Pangkas Proyeksi Ekonomi Jadi 1,6% dari 2%

Sebelumnya, bank sentral memangkas suku bunga acuan tersebut pada pertemuan di Februari.

"Ekspansi ekonomi Thailand diproyeksikan akan melambat, karena perang di Timur Tengah berdampak langsung pada pertumbuhan dengan meningkatkan biaya bisnis dan mengikis daya beli rumah tangga," kata pernyataan resmi Bank of Thailand, Rabu (29/4/2026), seperti dikutip Reuters.

Bank sentral negara gajah putih ini juga memperkirakan inflasi akan meningkat di tahun ini, dan baru akan melambat pada 2027, seiring meredanya tekanan dari sisi penawaran.

Bank of Thailand memperkirakan pertumbuhan ekonomi Thailand tahun ini akan mencapai 1,5%. Proyeksi ini lebih rendah dari proyeksi 1,9% yang dibuat pada Februari. Sementara pertumbuhan ekonomi di 2027 diprediksi mencapai 2,0%.

Baca Juga: Thailand Kaji Utang Darurat US$15,6 Miliar, Respons Tekanan Harga Minyak

Pertumbuhan Thailand tahun lalu sebesar 2,4%, tertinggal dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Inflasi utama diperkirakan rata-rata 2,9% tahun ini, naik dari proyeksi 0,3% yang dibuat pada bulan Desember, didorong oleh lonjakan harga energi global. Kisaran target bank sentral adalah 1% hingga 3%.

Pada Selasa (28/4/2026), Kementerian Keuangan Thailand menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun 2026 menjadi 1,6% dari 2,0%, dan memperkirakan inflasi akan naik menjadi 3,0% tahun ini.

Pertemuan penetapan suku bunga bank sentral Thailand berikutnya akan diadakan pada tanggal 24 Juni.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×