kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Ekonomi Terancam Perang dan Utang Rumah Tangga, Thailand Tahan Suku Bunga


Rabu, 29 April 2026 / 15:35 WIB
Ekonomi Terancam Perang dan Utang Rumah Tangga, Thailand Tahan Suku Bunga
ILUSTRASI. Suasana kota di Thailand. Bank of Thailand memutuskan menahan suku bunga acuan di 1% (REUTERS/Jittrapon Kaicome)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Bank sentral Thailand mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan Rabu (29/4/2026). Keputusan tersebut sejalan dengan proyeksi pasar.

Bank of Thailand menilai perlu menilai dampak kenaikan harga minyak yang dipicu oleh perang di Timur Tengah, sekaligus mendukung perekonomian yang bergulat dengan konsumsi yang lemah dan utang rumah tangga yang tinggi.

Karena itu, Komite Kebijakan Moneter Bank of Thailand dengan suara bulat memutuskan mempertahankan suku bunga repo satu hari di level 1,00%. Ini merupakan level terendah dalam lebih dari tiga tahun.

Baca Juga: Dampak Perang Timur Tengah, Thailand Pangkas Proyeksi Ekonomi Jadi 1,6% dari 2%

Sebelumnya, bank sentral memangkas suku bunga acuan tersebut pada pertemuan di Februari.

"Ekspansi ekonomi Thailand diproyeksikan akan melambat, karena perang di Timur Tengah berdampak langsung pada pertumbuhan dengan meningkatkan biaya bisnis dan mengikis daya beli rumah tangga," kata pernyataan resmi Bank of Thailand, Rabu (29/4/2026), seperti dikutip Reuters.

Bank sentral negara gajah putih ini juga memperkirakan inflasi akan meningkat di tahun ini, dan baru akan melambat pada 2027, seiring meredanya tekanan dari sisi penawaran.

Bank of Thailand memperkirakan pertumbuhan ekonomi Thailand tahun ini akan mencapai 1,5%. Proyeksi ini lebih rendah dari proyeksi 1,9% yang dibuat pada Februari. Sementara pertumbuhan ekonomi di 2027 diprediksi mencapai 2,0%.

Baca Juga: Thailand Kaji Utang Darurat US$15,6 Miliar, Respons Tekanan Harga Minyak

Pertumbuhan Thailand tahun lalu sebesar 2,4%, tertinggal dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Inflasi utama diperkirakan rata-rata 2,9% tahun ini, naik dari proyeksi 0,3% yang dibuat pada bulan Desember, didorong oleh lonjakan harga energi global. Kisaran target bank sentral adalah 1% hingga 3%.

Pada Selasa (28/4/2026), Kementerian Keuangan Thailand menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun 2026 menjadi 1,6% dari 2,0%, dan memperkirakan inflasi akan naik menjadi 3,0% tahun ini.

Pertemuan penetapan suku bunga bank sentral Thailand berikutnya akan diadakan pada tanggal 24 Juni.


Tag


TERBARU

[X]
×