Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – SEOUL. Bank sentral Korea Selatan memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya dan mengisyaratkan kebijakan moneter akan tetap stabil dalam enam bulan ke depan. Keputusan ini didukung oleh lonjakan ekspor semikonduktor serta inflasi yang relatif terkendali, sehingga memberi ruang bagi otoritas untuk mengevaluasi risiko stabilitas keuangan.
Dalam rapat kebijakan terbaru, Bank of Korea mempertahankan suku bunga acuan di level 2,50%. Gubernur Rhee Chang-yong menegaskan bahwa kemungkinan perubahan suku bunga dalam waktu dekat sangat kecil.
“Ini adalah pandangan kondisional saat ini, dan interpretasinya adalah hanya ada kemungkinan kecil kenaikan atau penurunan setidaknya dalam enam bulan ke depan,” ujar Rhee dalam konferensi pers.
Won Menguat, Proyeksi Ekonomi Naik
Keputusan mempertahankan suku bunga ini langsung berdampak pada penguatan mata uang won. Won menguat ke level tertinggi terhadap dolar AS sejak Oktober tahun lalu, seiring bank sentral menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 2,0% dari sebelumnya 1,8%.
Baca Juga: Bank Sentral Korea Selatan Tahan Suku Bunga di 2,50%, Proyeksi Pertumbuhan Dinaikkan
Optimisme tersebut terutama didorong oleh kinerja ekspor chip yang melampaui ekspektasi. Korea Selatan, sebagai ekonomi terbesar keempat di Asia, diproyeksikan tumbuh lebih cepat tahun ini dibanding 2025 berkat booming sektor semikonduktor.
Lonjakan ini dipimpin oleh raksasa teknologi seperti:
-
Samsung Electronics
-
SK Hynix
Adopsi “Dot Plot” ala The Fed
Untuk pertama kalinya, Bank of Korea juga memperkenalkan panduan kebijakan berbasis grafik ala “dot plot” yang digunakan oleh Federal Reserve.
Grafik ini menunjukkan proyeksi suku bunga dalam enam bulan ke depan:
-
Dari 21 titik proyeksi,
-
Sebanyak 16 menunjukkan suku bunga tetap di 2,50%.
Langkah ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa suku bunga akan tetap stabil setidaknya hingga Agustus 2026.
Ekonom dari ANZ, Krystal Tan, menilai keputusan ini konsisten dengan pandangan pasar.
“Tidak ada bukti kuat untuk mengubah skenario dasar bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah sepanjang 2026,” ujarnya.
Dampak ke Pasar Obligasi
Pasar obligasi merespons positif kebijakan ini.
-
Yield obligasi pemerintah tenor tiga tahun turun hingga 8,6 basis poin
-
Menyentuh level 3,035% — terendah sejak 15 Januari
Menurut analis dari Korea Investment Securities, Ahn Jae-kyun, panduan baru bank sentral cenderung lebih dovish dari perkiraan.
“Pertemuan hari ini membantu menenangkan pasar obligasi domestik,” katanya.
Baca Juga: KOSPI Tembus 6.000 Rabu (25/2), Saham Chip dan Otomotif Korea Selatan Melejit
Risiko Tetap Ada: Tarif AS
Meski prospek ekonomi terlihat cerah, Bank of Korea tetap mewaspadai ketidakpastian global, terutama terkait perubahan kebijakan tarif Amerika Serikat.
Kebijakan perdagangan AS yang tidak menentu berpotensi:
-
Menekan pertumbuhan ekspor
-
Mengganggu sektor strategis seperti otomotif dan baja
Selain itu, bank sentral juga mempertimbangkan volatilitas nilai tukar dan meningkatnya utang rumah tangga sebagai faktor risiko dalam menentukan arah kebijakan ke depan.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)