kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Situs Web Pemerintah Tumbang, Celah Keamanan PHP Terungkap Berkat AI


Kamis, 22 Oktober 2026 / 13:20 WIB
Situs Web Pemerintah Tumbang, Celah Keamanan PHP Terungkap Berkat AI
ILUSTRASI. Kerentanan kritis PHP memicu situs pemerintah Eropa offline. Sekitar 1,5 juta host menjalankan versi PHP yang belum memiliki perbaikan. (Jakub Porzycki/NurPhoto via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah situs pemerintah dan layanan publik di Eropa serta berbagai negara lain tumbang pada Rabu (21/10/2026). Gangguan ini terjadi setelah pengembang bahasa pemrograman PHP mengungkap kerentanan keamanan kritis yang berpotensi mengancam jutaan server di seluruh dunia.

Pengembang PHP pada Rabu merilis pembaruan keamanan darurat untuk menutup celah yang telah tersembunyi dalam perangkat lunak tersebut selama bertahun-tahun. Kerentanan ini berhasil ditemukan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam pengumumannya, pengembang PHP menyatakan seluruh pengguna "dianjurkan untuk segera melakukan pembaruan" guna mengurangi risiko serangan siber.

Sejumlah perusahaan teknologi memperingatkan bahwa beberapa peretas diduga telah memanfaatkan celah keamanan tersebut. Kondisi ini mendorong berbagai lembaga pemerintah mengambil langkah pencegahan dengan menonaktifkan situs web mereka untuk sementara waktu.

Setelah perbaikan keamanan dipublikasikan, para ahli keamanan siber memperkirakan gelombang serangan dapat meningkat. Dengan bantuan AI, peretas dinilai mampu menganalisis kelemahan perangkat lunak dan mengembangkan metode eksploitasi dengan lebih mudah.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Dipicu Serangkaian Serangan Houthi di Arab Saudi

Costin Raiu, salah satu pendiri TLP, perusahaan riset keamanan siber dan penanganan insiden, mengatakan AI mempercepat persaingan untuk mengeksploitasi kerentanan tersebut.

"AI mendorong terjadinya perlombaan untuk mengeksploitasi celah keamanan," kata Raiu.

Ia memperingatkan bahwa tahap berikutnya dapat berupa "kompromi massal terhadap setiap server web yang rentan di internet".

Kerentanan PHP Ancam Sebagian Besar Internet

PHP merupakan bahasa pemrograman yang telah digunakan sejak awal 1990-an. Nama PHP pada mulanya merupakan singkatan dari Personal Home Page.

Bahasa pemrograman ini menjadi fondasi bagi sebagian besar situs web yang dapat diakses publik, termasuk situs yang menggunakan sistem pengelolaan konten seperti WordPress, Drupal, Joomla, dan Magento.

Luasnya penggunaan PHP membuat kerentanan kritis pada perangkat lunak ini berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap keamanan internet.

Tiffany Farriss, CEO sementara Drupal Association, mengatakan celah tersebut dapat memengaruhi server yang menggunakan versi PHP lama.

"Semua server yang menggunakan versi PHP apa pun yang dirilis dalam 20 tahun terakhir akan rentan," kata Farriss.

"Masalah ini berdampak pada sebagian besar internet."

Lembaga keamanan siber di berbagai negara pun mendesak pengguna PHP untuk segera memperbarui perangkat lunak mereka. Jika pembaruan belum dapat diterapkan, operator situs disarankan menonaktifkan layanan sementara waktu untuk mengurangi risiko serangan.

Berdasarkan data perusahaan intelijen internet Censys, sekitar 1,5 juta dari total 2,6 juta host yang teridentifikasi masih melaporkan penggunaan versi PHP yang belum memiliki perbaikan keamanan.

Baca Juga: Inilah Pidato Anggota DPR Malaysia Bahasa Jawa Minta Prabowo Serius Tangani Karhutla

Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi paparan terhadap serangan siber, meskipun tidak berarti seluruh host tersebut telah berhasil diretas.

AI Bantu Temukan Celah yang Tersembunyi Selama Bertahun-tahun

Dua perusahaan keamanan siber menemukan kerentanan PHP tersebut secara independen dengan bantuan AI.

Calif, perusahaan keamanan siber, menyatakan melalui blog resminya bahwa mereka menemukan celah tersebut pada 1 Agustus dengan bantuan model bahasa besar (large language model/LLM). Perusahaan itu kemudian bekerja untuk mengembangkan perbaikan keamanan.

Sementara itu, Wiz, perusahaan keamanan siber milik Alphabet, mengungkapkan bahwa timnya juga menemukan kerentanan tersebut dengan bantuan Wiz Atlas, alat riset kerentanan berbasis AI otonom. Penelitian tersebut turut memanfaatkan Gemini 4 Argon dari Google dan GPT-5.6 Sol dari OpenAI.

Menurut Wiz, kerentanan tersebut telah tersembunyi dalam basis kode PHP selama lebih dari satu dekade. Celah itu juga dinilai sangat rumit untuk dieksploitasi secara manual oleh peretas manusia.

"Sebelum era AI, pekerjaan manual ini akan sulit diterapkan dan bahkan lebih sulit untuk diperluas skalanya," tulis Wiz dalam blog resminya.

"Dengan AI, hal ini tidak lagi menjadi hambatan."

Calif dan Wiz menyatakan telah berkoordinasi dengan satu sama lain, tim pengembang PHP, dan OpenAI dalam proses penemuan kerentanan tersebut.

Gedung Putih mengatakan telah menerima informasi mengenai celah keamanan itu pada Jumat sebelum pengumuman publik.

Kepala keamanan Amazon, CJ Moses, juga mengungkapkan bahwa tim keamanan perusahaan mendeteksi upaya eksploitasi terhadap salah satu sistem umpan atau honeypot milik Amazon pada 17 Oktober, empat hari sebelum kerentanan diumumkan kepada publik.

Menurut Moses, upaya tersebut berasal dari alamat internet anonim yang mengindikasikan aktivitas pelaku ancaman. Namun, belum diketahui bagaimana pelaku memperoleh informasi mengenai kerentanan ketika detailnya masih dirahasiakan.

Sejumlah upaya lain juga terdeteksi pada Rabu sebelum masa embargo informasi berakhir. Amazon menyatakan belum dapat memastikan apakah seluruh percobaan tersebut akan berhasil jika diarahkan pada situs web sungguhan.

Meski demikian, perusahaan memperingatkan bahwa kerentanan itu "kini dieksploitasi secara luas di dunia nyata".

Baca Juga: Adik Kim Jong Un Ancam Korea Selatan, Pengeras Suara Perbatasan Siap Diaktifkan

Situs Pemerintah dan Layanan Publik Ikut Terdampak

Meluasnya penggunaan PHP membuat insiden ini menjadi perhatian berbagai negara. Berdasarkan data pelacak teknologi web W3Techs, PHP digunakan oleh sekitar 75% situs web yang bahasa pemrogramannya dapat diidentifikasi.

Lukasz Olejnik, peneliti senior tamu di King's College London, memperingatkan bahwa serangan siber berbantuan AI dapat menimbulkan kerusakan besar pada server yang belum diperbarui.

"Skalanya sangat besar, dan dengan AI, eksploitasi dapat terjadi seketika," kata Olejnik.

Di Belanda, sejumlah organisasi menonaktifkan situs web yang dapat diakses publik mengikuti langkah Pusat Keamanan Siber Nasional negara tersebut.

Organisasi yang terdampak mencakup operator Pelabuhan Rotterdam, portal pemerintah Overheid.nl, federasi sepak bola nasional KNVB, situs lima partai politik terbesar di negara tersebut, serta beberapa situs rumah sakit.

Lembaga keamanan siber Belanda juga menonaktifkan situsnya sebagai langkah pencegahan terhadap kerentanan tersebut.

Sementara itu, Wikimedia Foundation, operator ensiklopedia daring Wikipedia, menyatakan telah menonaktifkan sejumlah sistem yang tidak dirinci hingga pembaruan keamanan dapat diterapkan dengan aman. Internet Archive, perpustakaan digital berskala besar, juga sempat menonaktifkan layanannya untuk menangani persoalan tersebut.

Di Denmark, perusahaan teknologi informasi pemerintah daerah Kombit menutup sementara beberapa layanan, termasuk platform komunikasi nasional untuk sekolah.

Gangguan lebih luas terjadi di Finlandia. Valtori, penyedia layanan teknologi informasi pemerintah, menyatakan sejumlah layanan jaringan publik pemerintah dinonaktifkan "sebagai tindakan pencegahan".

Adapun Kementerian Dalam Negeri Prancis menempatkan seluruh situs webnya dalam pemeliharaan preventif.

Perdana Menteri Belanda mengatakan dirinya memantau perkembangan situasi secara saksama. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga mengimbau pemilik situs web untuk memeriksa penggunaan PHP dan mempersiapkan penerapan pembaruan keamanan terbaru.

Dalam unggahannya di platform X, Takaichi meminta pemilik situs untuk "memeriksa apakah situs yang sedang beroperasi menggunakan PHP dan bersiap menerapkan perbaikan baru".

Situs Berbasis PHP Perlu Segera Diperbarui

Risiko keamanan tidak hanya mengancam lembaga pemerintah dan perusahaan besar, tetapi juga situs web milik individu maupun organisasi kecil yang memiliki keterbatasan sumber daya teknis.

Situs yang menggunakan layanan shared hosting dapat menghadapi tantangan tersendiri karena pengelola situs tidak selalu memiliki kendali langsung atas server yang menjalankan PHP.

Di sisi lain, Automattic, perusahaan yang mengoperasikan WordPress.com, menyatakan bahwa pengguna layanan hosting mereka dan Tumblr terlindungi dari kerentanan tersebut.

Insiden ini menyoroti dua sisi pemanfaatan AI dalam keamanan siber. Teknologi tersebut dapat membantu peneliti menemukan kelemahan perangkat lunak yang selama bertahun-tahun tidak terdeteksi. Namun, kemampuan serupa juga berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mempercepat pengembangan serangan.

Karena itu, pengelola situs web perlu memeriksa versi PHP yang digunakan, memastikan pembaruan keamanan telah diterapkan, serta berkoordinasi dengan penyedia hosting apabila tidak memiliki akses langsung ke server.

Kecepatan penerapan pembaruan menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko eksploitasi, terutama setelah informasi mengenai kerentanan dan perbaikannya tersedia untuk publik.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×