kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,11   13,32   1.50%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

S&P Pangkas Peringkat Kredit Israel karena Meningkatnya Risiko Geopolitik


Jumat, 19 April 2024 / 07:05 WIB
S&P Pangkas Peringkat Kredit Israel karena Meningkatnya Risiko Geopolitik


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Lembaga pemeringkat S&P Global memangkas peringkat jangka panjang Israel menjadi A-plus dari AA-minus.

Setelah konfrontasi dengan Iran meningkat akhir pekan lalu dan di tengah meningkatnya risiko geopolitik bagi Israel.

“Kami memperkirakan defisit pemerintah Israel secara umum akan melebar hingga 8% dari PDB pada tahun 2024, sebagian besar disebabkan oleh peningkatan belanja pertahanan,” kata S&P Global dalam pernyataannya, Kamis (18/4).

Baca Juga: Memanasnya Konflik Iran-Israel Membuat IMF Khawatir Akan Pertumbuhan Ekonomi Global

Pandangan negatif ini mencerminkan risiko bahwa perang Israel-Hamas dan konfrontasi dengan Hizbullah dapat meningkatkan atau mempengaruhi perekonomian Israel lebih dari perkiraan lembaga tersebut saat ini.

“Saat ini kami melihat beberapa kemungkinan risiko eskalasi militer, termasuk konfrontasi militer yang lebih besar, langsung, dan berkelanjutan dengan Iran,” kata pernyataan itu.

Pada hari Sabtu, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengatakan pihaknya meluncurkan puluhan drone dan rudal ke Israel, sebuah serangan yang dapat memicu eskalasi besar antara musuh bebuyutan regional tersebut, dan AS berjanji untuk mendukung Israel.

Awal bulan ini, Fitch menghapus Israel dari "rating watch negative" dan mempertahankan peringkat A-plus, namun menyebut perang Israel melawan Hamas di Gaza sebagai sebuah risiko.

Baca Juga: Menyulut Tensi Geopolitik Global, Ini Sumber Pertumbuhan Ekonomi Iran & Israel

Pada bulan Februari, Moody's menurunkan peringkat kredit negara tersebut karena risiko perang.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan bahwa keputusan tersebut tidak didasarkan pada alasan ekonomi yang masuk akal dan sama saja dengan "manifesto" yang pesimistis.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×