kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Starbucks Bantah Akuisisi Chipotle, Saham Kedai Kopi Naik dan Chipotle Anjlok


Senin, 12 Oktober 2026 / 22:23 WIB
Starbucks Bantah Akuisisi Chipotle, Saham Kedai Kopi Naik dan Chipotle Anjlok
ILUSTRASI. Sebuah papan nama pintu masuk toko Starbucks terlihat di Times Square, New York City, AS, 25 Februar (REUTERS/Shannon Stapleton)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Starbucks membantah kabar yang menyebut perusahaan kedai kopi asal Amerika Serikat (AS) tersebut berencana mengakuisisi Chipotle Mexican Grill. Bantahan ini sekaligus meredam spekulasi mengenai potensi transaksi yang disebut-sebut bisa menjadi akuisisi terbesar dalam sejarah industri restoran.

Juru bicara Starbucks menyatakan perusahaan tidak akan mengakuisisi Chipotle. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (12/10), menyusul laporan Financial Times pada 8 Oktober yang menyebut Starbucks telah bekerja sama dengan sejumlah penasihat dalam beberapa bulan terakhir untuk menjajaki kemungkinan penawaran akuisisi terhadap jaringan restoran Meksiko tersebut.

Starbucks tidak memberikan tanggapan mengenai apakah perusahaan memang telah menghubungi penasihat untuk membahas potensi transaksi tersebut. Sementara itu, Chipotle memilih tidak berkomentar.

Baca Juga: Daftar Maskapai yang Batalkan Penerbangan ke Arab Saudi

Pernyataan Starbucks langsung memengaruhi pergerakan saham kedua perusahaan. Saham Starbucks naik sekitar 1% pada awal perdagangan Senin, sedangkan saham Chipotle terkoreksi sekitar 4%. Sebelumnya, saham Chipotle sempat melonjak setelah muncul kabar mengenai kemungkinan akuisisi tersebut.

Spekulasi transaksi ini turut menarik perhatian investor karena berpotensi mempertemukan kembali Chipotle dengan Brian Niccol, CEO Starbucks yang sebelumnya memimpin Chipotle selama enam tahun.

Starbucks menegaskan bahwa manajemen tetap berfokus pada strategi pemulihan bisnis bertajuk Back to Starbucks. Perusahaan juga menyatakan memiliki momentum yang kuat dan optimistis terhadap prospek pertumbuhan jangka panjangnya.

Starbucks berencana mengumumkan kinerja kuartal IV serta proyeksi bisnis untuk tahun fiskal 2027 pada akhir Oktober ini.

Kabar mengenai kemungkinan akuisisi tersebut sebelumnya memicu spekulasi investor mengenai penggabungan dua merek restoran besar di AS. Setelah laporan Financial Times terbit, saham Chipotle sempat melonjak lebih dari 7%, sedangkan saham Starbucks turun sekitar 3%.

Sejumlah analis mempertanyakan alasan strategis di balik potensi transaksi tersebut. Pasalnya, Starbucks masih menjalankan upaya pemulihan bisnis di bawah kepemimpinan Niccol.

Brian Jacobsen, kepala ekonom di Annex Wealth Management, menilai spekulasi semacam ini dapat memunculkan berbagai kemungkinan transaksi di kalangan bankir investasi. Namun, menurut dia, akuisisi bukanlah langkah yang mudah untuk direalisasikan. Tren industri saat ini justru semakin mengarah pada pelepasan aset atau bisnis tertentu dibandingkan aksi akuisisi.

Jika transaksi tersebut benar-benar terjadi, gabungan Starbucks dan Chipotle diperkirakan menghasilkan penjualan tahunan sekitar US$ 50 miliar. Skala bisnis yang lebih besar berpotensi membantu perusahaan menghadapi ketidakpastian permintaan konsumen, terutama ketika inflasi menekan daya beli, biaya operasional meningkat, dan margin keuntungan tertekan.

Baca Juga: Berani Serang Arab Saudi, Militer Houthi Punya Drone Hingga Rudal Balistik

Meski demikian, nilai transaksi berpotensi menjadi tantangan tersendiri. Chipotle memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 40 miliar.

Paren Knadjian, mitra di Transaction Advisory Services EisnerAmper, sebelumnya mengatakan bahwa pembiayaan akuisisi dengan harga premium kemungkinan membutuhkan kombinasi utang dan penerbitan saham baru.

Langkah tersebut dapat meningkatkan beban utang sekaligus mengurangi porsi kepemilikan pemegang saham lama Starbucks apabila perusahaan menerbitkan saham tambahan. Risiko itu menjadi perhatian karena Starbucks masih berupaya memulihkan kinerja bisnisnya.

Niccol bergabung dengan Starbucks pada 2024 setelah memimpin Chipotle melalui periode pertumbuhan pesat dan ekspansi bisnis digital.

Selama memimpin Chipotle, Niccol dinilai berhasil memulihkan bisnis restoran tersebut setelah menghadapi krisis keamanan pangan. Ia juga memperluas layanan digital yang membantu mempercepat pertumbuhan penjualan perusahaan.

Kini, Starbucks tengah menjalankan strategi pemulihan dengan menutup puluhan gerai yang berkinerja buruk. Niccol juga berupaya menarik kembali pelanggan melalui waktu tunggu yang lebih singkat dan menu yang lebih sederhana.

Sementara itu, Chipotle menghadapi tantangan berupa melemahnya kunjungan pelanggan seiring konsumen mengurangi pengeluaran. Kenaikan biaya bahan makanan dan tenaga kerja juga menekan margin keuntungan di industri restoran.

Sejak Niccol meninggalkan Chipotle, nilai saham perusahaan tersebut hampir terpangkas setengahnya.

Di sisi lain, saham Starbucks telah menguat 7,8% sepanjang tahun ini, atau sekitar setengah dari kenaikan indeks S&P 500 pada periode yang sama.

Dengan demikian, Starbucks kini tetap memprioritaskan pembenahan bisnisnya sendiri di tengah tantangan pemulihan kinerja dan tekanan biaya operasional, alih-alih melanjutkan spekulasi mengenai akuisisi Chipotle.

Baca Juga: Penutupan Bandara Riyadh Diperpanjang setelah Serangan Houthi, Ekonomi Saudi Tertekan




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×