kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Studi Denmark: Omicron Lebih Lihai Menghindari Imunitas Ketimbang Delta


Selasa, 04 Januari 2022 / 12:53 WIB
Studi Denmark: Omicron Lebih Lihai Menghindari Imunitas Ketimbang Delta
ILUSTRASI. Warga mengantre untuk melakukan tes Covid-19 di Times Square saat varian Omicron terus menyebar di Manhattan, New York, Amerika Serikat, Minggu (26/12/2021). REUTERS/Andrew Kelly.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - KOPENHAGEN. Sebuah penelitian di Denmark yang diterbitkan pekan lalu mengatakan, virus corona varian Omicron memiliki kemampuan menghindari imunitas yang lebih baik daripada varian Delta.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru mengenai keampuhan vaksin yang sebelumnya sudah digunakan.

Temuan tersebut sekaligus menjawab mengapa varian ini bisa menyebar dengan sangat cepat ke berbagai belahan dunia sejak ditemukan pertama kali pada November tahun lalu.

Dilansir dari Reuters, studi yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Kopenhagen, Statistics Denmark, dan Statens Serum Institut (SSI) menunjukkan, virus menyebar lebih cepat karena lebih baik dalam menghindari kekebalan yang diperoleh dari vaksin.

Baca Juga: 2 Gejala Terbaru Varian Omicron, Hati-hati Varian Ini Sudah Ada di Tengah Masyarakat

Dalam prosesnya, para peneliti melakukan pengamatan di hampir 12.000 rumahtangga di Denmark pada pertengahan Desember. Disimpulkan bahwa Omicron 2,7 sampai 3,7 kali lebih menular daripada varian Delta di antara orang yang divaksinasi.

"Temuan kami mengonfirmasi bahwa penyebaran cepat Omicron utamanya disebabkan oleh kemampuan menghindari kekebalan, bukan pada peningkatan kemampuan mereka dalam transmisi," kata para peneliti dalam laporannya.

Sayangnya, untuk saat ini penelitian tersebut belum melalui tahap tinjauan oleh sejawat.

Baca Juga: Varian Omicron Lebih Ringan dari Delta, Bisa Bantu Dunia Keluar dari Pandemi?

Bukan cuma itu, studi ini juga menemukan, orang yang menerima dosis booster memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk menularkan virus, apa pun variannya.

Direktur Teknis SSI Tyra Grove Krause juga menegaskan, varian Omicron pada umumnya menyebabkan penyakit atau gejala yang tidak terlalu serius.

"Saat Omicron memberikan tekanan pada sistem perawatan kesehatan kami, semuanya menunjukkan bahwa itu lebih ringan daripada varian Delta. Risiko rawat inapnya pun lebih rendah dari Delta," kata Krause pada hari Senin (3/1).

Lebih lanjut, Krause berharap munculnya Omicron ini akan membuka jalan keluar dari pandemi, sekaligus menjadi gelombang Covid-19 terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×