Suhu Panas Bakar Eropa, Perdana Menteri Spanyol Sebut Perubahan Iklim Membunuh

Selasa, 19 Juli 2022 | 15:29 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Suhu Panas Bakar Eropa, Perdana Menteri Spanyol Sebut Perubahan Iklim Membunuh

ILUSTRASI. Seorang pria berjalan di dasar Sungai Sangone yang kering di Beinasco, Turin, Italia, 19 Juni 2022. Suhu panas membakar Eropa, memicu kebakaran hutan yang ganas di Spanyol dan Prancis. REUTERS/Massimo Pinca.


KONTAN.CO.ID - Suhu panas yang membakar Eropa bergerak ke Inggris dan memicu kebakaran hutan yang ganas di Spanyol dan Prancis, di mana belasan rekor suhu tertinggi lokal pecah.

Mengutip Al Jazeera, dua orang tewas dalam kebakaran di Spanyol. Perdana Menteri Spanyol mengkaitkannya dengan pemanasan global, dengan mengatakan pada Senin (18/7), "perubahan iklim membunuh".

Suhu tinggi telah mencengkeram Eropa dalam beberapa hari terakhir dan memicu kebakaran hutan dari Portugal hingga Balkan. Beberapa daerah, termasuk Italia utara, juga mengalami kekeringan berkepanjangan.

Ilmuwan iklim mengatakan, gelombang panas yang mengancam jiwa lebih intens, lebih sering, dan lebih lama karena perubahan iklim. Tambah lagi, kekeringan membuat kebakaran hutan lebih sulit untuk dikendalikan.

Gelombang panas yang parah datang bahkan ke tempat-tempat di utara Eropa seperti Inggris, di mana para pejabat telah mengeluarkan peringatan panas ekstrem pertama di negeri Ratu Elizabeth II. 

Baca Juga: Musim Kemarau Masih Hujan, Ini Penjelasan Lengkap BMKG

Al Jazeera melaporkan, Badan Meteorologi Inggris memperkirakan, rekor tertinggi 38,7 derajat Celcius yang terukir pada 2019 bisa pecah.

Suhu mencapai 38 derajat Celcius di Inggris selatan pada Senin, kemungkinan akan mencapai 40 derajat Celcius pada Selasa (19/7), menurut Badan Meteorologi Inggris.

Jaringan kereta api Inggris mendesak penumpang untuk tidak melakukan perjalanan kecuali mendesak, dengan beberapa layanan termasuk rute utama antara Inggris timur laut dan London tidak beroperasi di beberapa bagian pada Selasa.

Bandara Luton London mengatakan, penerbangan ditangguhkan pada Senin setelah permukaan landasan pacu ada yang terkelupas. Cuaca panas melelehkan landasan pacu di Pangkalan Udara Royal Air Force Brize Norton, Sky News melaporkan.

Sementara rekor suhu regional di Prancis pecah di lebih dari selusin kota, dengan Meteo-France, badan meteorologi Prancis, mengatakan, Senin adalah "hari terpanas dari gelombang panas kali ini".

Wilayah Brittany yang sering beriklim sedang di Prancis mencetak rekor suhu tertinggi 39,3 derajat Celcius di Pelabuhan Brest, melampaui suhu tertinggi 35,1 derajat Celcius yang bertahan sejak September 2003, menurut Meteo-France.

Baca Juga: Negara-negara Eropa Dihajar Gelombang Panas Bisa Sampai 47°C, Ribuan Orang Dievakuasi

Ahli meteorologi Francois Gourand mengatakan kepada kantor berita AFP pada Senin, seperti dikutip Al Jazeera, "di beberapa daerah barat daya Prancis, akan menjadi kiamat panas".

Di Spanyol, lebih dari 30 kebakaran hutan memaksa evakuasi ribuan orang dan menghanguskan hutan dan semak belukar seluas 220 km persegi.

"Perubahan iklim membunuh," kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez pada Senin saat berkunjung ke wilayah Extremadura, lokasi tiga kebakaran besar. 

"Perubahan iklim membunuh orang, membunuh ekosistem dan keanekaragaman hayati kita," tegasnya, seperti dilansir Al Jazeera.

Teresa Ribera, Menteri Transisi Ekologi Spanyol, menggambarkan negaranya "benar-benar di bawah api" ketika dia menghadiri pembicaraan tentang perubahan iklim di Berlin, Jerman.

Dia memperingatkan, "prospek yang mengerikan masih bisa terjadi untuk hari-hari mendatang", setelah lebih dari 10 hari suhu di atas 40 derajat Celcius, pendinginan hanya moderat di malam hari.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru