kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

Suriah negara paling berbahaya bagi wartawan


Kamis, 21 Agustus 2014 / 00:01 WIB
ILUSTRASI. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Rabu (8/3). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: BBC | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Pembunuhan atas jurnalis asal Amerika Serikat James Klik Foley, yang diduga dilakukan milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) setelah penculikannya di Suriah pada tahun 2012, memusatkan perhatian berbagai pihak terhadap bahaya meliput pada suatu negara.

Suriah adalah tempat paling berbahaya di dunia bagi wartawan dalam lebih dua tahun ini, menurut Komite Perlindungan Wartawan (CPJ), kelompok kebebasan pers yang bermarkas di New York.

Paling tidak 69 wartawan tewas akibat langsung meliput konflik Suriah sejak konflik mulai terjadi pada tahun 2011, lapor CPJ. Sebagian besar menjadi korban tembak-menembak atau ledakan, lapor wartawan BBC Mark Doyle.

Paling tidak enam wartawan dipastikan secara sengaja dibunuh. Pembunuhan ini memperlihatkan bukan hanya bukti luasnya kekerasan di Suriah, tetapi juga betapa bahayanya tempat itu bagi para penyiar dan wartawan.

Ini juga disebabkan sifat konflik itu sendiri dengan perubahan keberpihakan dan ideologi. Suriah memang contoh sangat dramatis tentang bagaimana perang dan jurnalisme perang berubah dalam beberapa tahun terakhir pada berbagai tempat di dunia.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×