kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Suriah negara paling berbahaya bagi wartawan


Kamis, 21 Agustus 2014 / 00:01 WIB
ILUSTRASI. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Rabu (8/3). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: BBC | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Pembunuhan atas jurnalis asal Amerika Serikat James Klik Foley, yang diduga dilakukan milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) setelah penculikannya di Suriah pada tahun 2012, memusatkan perhatian berbagai pihak terhadap bahaya meliput pada suatu negara.

Suriah adalah tempat paling berbahaya di dunia bagi wartawan dalam lebih dua tahun ini, menurut Komite Perlindungan Wartawan (CPJ), kelompok kebebasan pers yang bermarkas di New York.

Paling tidak 69 wartawan tewas akibat langsung meliput konflik Suriah sejak konflik mulai terjadi pada tahun 2011, lapor CPJ. Sebagian besar menjadi korban tembak-menembak atau ledakan, lapor wartawan BBC Mark Doyle.

Paling tidak enam wartawan dipastikan secara sengaja dibunuh. Pembunuhan ini memperlihatkan bukan hanya bukti luasnya kekerasan di Suriah, tetapi juga betapa bahayanya tempat itu bagi para penyiar dan wartawan.

Ini juga disebabkan sifat konflik itu sendiri dengan perubahan keberpihakan dan ideologi. Suriah memang contoh sangat dramatis tentang bagaimana perang dan jurnalisme perang berubah dalam beberapa tahun terakhir pada berbagai tempat di dunia.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×